Bertajuk 'Marhaban Yaa Dermawan', Aksi Cepat Tanggap Solo Masifkan Tiga Program Ramadan 2019

Kepala Cabang ACT Solo Septi Endrasmoro mengungkapkan, program ACT periode Ramadan 2019 ini bertajuk Marhaban Yaa Dermawan.

Bertajuk 'Marhaban Yaa Dermawan', Aksi Cepat Tanggap Solo Masifkan Tiga Program Ramadan 2019
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
jumpa pers Program ACT Marhaban Yaa Dermawan, di Solo, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sambut Ramadan 2019, Lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat untuk terus aktif dalam membantu sesama.

Kepala Cabang ACT Solo Septi Endrasmoro mengungkapkan, program ACT periode Ramadan 2019 ini bertajuk Marhaban Yaa Dermawan.

"Selain secara nasional, program ini juga hadir di Solo, karena kami meyakini Solo masih dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki jiwa dermawan," katanya kepada awak media saat ditemui dalam acara jumpa pers Program ACT Marhaban Yaa Dermawan, di Solo, Rabu (24/4/2019).

Jelang Ramadan dan Lebaran 2019, Pedagang Pasar Klewer Siapkan Stok Pakaian dan Alat Ibadah

Pergerakan ACT di Solo pada Ramadan ke depan akan dimasifkan dengan tiga program besar.

Yakni enam titik Food Truck, 10 titik Food Van dan Beasiswa Tepian Negeri.

"Untuk Food Truck direncanakan akan disebar di Soloraya, targetnya dari enam titik tersebut selama periode Ramadan 2019 akan menjangkau 1000 penerima, jadi total enam titik targetnya ada 6000 penerima," imbuhnya.

Sementara untuk 10 titik program Food Van, targetnya akan menyasar 100 penerima per titik Food Van.

ACT Solo berusaha memberikan program terbaik, dalam menebar kebermanfaat untuk masyarakat sekitar.

"Dan tiga program tersebut merupkan upaya dan Ikhtiar ACT Solo untuk terus komitmen dalam proses pengentasan kemiskinan," ungkapnya.

Sementara itu Presiden ACT, Ahyudin mengatakan Ramadan merupakan bulan terbaik dan termulia dari semua bulan yang senantiasikan dijadikan momentum pelipatgandaan ikhtiar dan amalan terbaik umat Muslim.

"Sekalipun Indonesia masih disibukkan dengan tema politik, Ramadhan merupakan momen menyatukan berbagai perbedaan," ungkapnya.

Mendekati Ramadan, Pemkab Sukoharjo Naikkan Kuota Gas LPG 3 Kg hingga 7 Persen

Pihaknya melanjutkan di bulan yang suci ini, kita harus selalu ingat bahwa ekonomi sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim masih mengkhawatirkan, khususnya akibat konfik yang berkepanjangan, baik internal maupun eksternal.

Di sisi lain, bangkitnya filantropi islam dalam rangka mengentaskan kemiskinan masih memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem dan mendorongnya menjadi salah satu garda depan. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved