Update Sidang MK Terbaru

4 Hal Jelang Putusan Sidang MK, Jokowi Ngantor Seperti Biasa, Alumni 212 Sebar Undangan

Jelang Pembacaan Putusan Sidang MK, berikut 4 hal yang terjadi, mulai Prabowo diminta tolak hasil sidang, sampai Jokowi Kerja Seperti Biasa

Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana riuh saat Presiden Jokowi diajak Selfie warga Pasar Gede Solo, Minggu (9/6/2019).  

Jelang Pembacaan Putusan Sidang MK Kamis (27/6/2019), berikut 4 hal yang terjadi, mulai Prabowo diminta tolak hasil sidang, sampai Jokowi Kerja Seperti Biasa

TRIBUNSOLO.COM - Sidang putusan sengketa Pilpres 2019 akan digelar Kamis (27/6/2019) siang nanti pukul 12.30 WIB.

Sebelumnya, putusan sidang sengketa Pilpres 2019 direncanakan akan digelar pada Jumat (28/6/2019) besok.

Perubahan jadwal tersebut berdasarkan keputusan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang dilalukan pada Senin (24/6/2019).

Dipercepatnya jadwal putusan sidang sengketa Pilpres 2019 diketahui semata-mata karena Majelis Hakum telah siap mengucapkan putusan pada hari ini.

Dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta menjelang putusan sidang sengketa Pilpres 2019 :

1. Prabowo diminta tolak hasil sidang

Koordinator Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Bersih, Marwan Batubara, meminta Prabowo Subianto untuk menolak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) jika permohonan ditolak.

Marwan menilai telah terjadi kejahatan selama Pilpres 2019 berlangsung.

Prabowo Subianto mengimbau para demonstran untuk pulang
Prabowo Subianto mengimbau para demonstran untuk pulang (Youtube Kompas TV)

"Kita mengingatkan Prabowo Subianto lebih terhormat bagi anda untuk tidak mengakui hasil dari Pilpres itu karena memang terjadi kejahatan," tutur Marwan dalam aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019), seperti dilansir Tribunnews.

Selain meminta untuk menolak hasil, Marwan juga menyarankan Prabowo agar tak menemui Jokowi untuk rekonsiliasi.

Marwan mengatakan jika Prabowo Subianto tetap menemui Jokowi, maka telah berkhianat dan tak pantas menjadi pemimpin yang diperjuangkan.

"Tapi kalau hanya karena kepentingan sampai anda (Prabowo) mengkhianati itu, maka anda memang tidak pantas menjadi pemimpin," katanya.

2. Undangan WA Alumni 212

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved