Pengakuan Tetangga Juwadi Bocah Lereng Merbabu Boyolali: Pekerja Keras dan Tulang Punggung Keluarga

Tetangga menyebut Juwadi adalah sosok pekerja keras dan cekatan. Selama ini, Juwadi bekerja sebagai buruh aspal untuk menghidupi keluarganya.

Pengakuan Tetangga Juwadi Bocah Lereng Merbabu Boyolali: Pekerja Keras dan Tulang Punggung Keluarga
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Juwadi dan ketua rt Pariono saat dikonfirmasi awak media, Boyolali, Jumat (19/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Salah satu warga Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya, Mitro Slamet meninggal.

Selama ini, dirinya bekerja sebagai buruh aspal untuk menghidupi keluarganya.

Juwadi memiliki empat orang adik yakni Rosidi (15) yang masih SMP, Suwarno (11) duduk di bangku SD, Ajeng (7) akan masuk TK, dan yang paling bontot ada Siti Utari yang baru berusia 3 tahun.

Usai Viral di Media Sosial, Begini Nasib Juwadi Bocah Lereng Merbabu Boyolali Sekarang

Juwadi bersama keluarganya di lereng merbabu, Boyolali, Boyolali, Jumat (19/7/2019)
Juwadi bersama keluarganya di lereng merbabu, Boyolali, Boyolali, Jumat (19/7/2019) (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

Selain itu dirinya juga masih memiliki ibu yang tidak bekerja karena keterbelakangan mental.

Tetangga menyebut Juwadi adalah sosok pekerja keras dan cekatan.

"Juwadi itu anaknya pekerja keras, kalau kerja jadi buruh itu dikasih tahu langsung bisa," kata tetangga yang juga ketua RT, Pariono Jumat (18/7/2019) siang.

Bahkan dari bekerja serabutan tersebut, Juwadi sudah dapat membeli motor sendiri.

"Dari kerja dia bisa beli motor sendiri, meskipun bukan motor baru," katanya.

Menurut tetangganya, meskipun tidak dapat berbicara Juwadi tidak pernah malas.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved