Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Keraton Solo Akan Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Ini Rute yang Dilewati

Keraton Solo akan gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro Wawu 1953 pada Sabtu (31/8/2019).

TribunSolo.com/Adi Surya
Pengageng Parentah Keraton Keraton Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo menunjukkan rencana tata penyelenggaraan Kirab Pusaka Malem 1 Suro Wawu 1953 di Kagungan Dalem Sasono Putro Keraton Surakarta Hadiningrat, Baluwarti, Pasar Kliwon Solo pada Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com - Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keraton Solo akan gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro Wawu 1953 pada Sabtu (31/8/2019).

Kirab ini merupakan prosesi tahunan yang diselenggarakan Keraton Solo dalam rangka menyambut tahun baru Muharram.

Kirab Pusaka Malam 1 Suro akan dimulai dari Kori Kamandungan Keraton Solo menuju Supit Urang lalu ke Jalan Pakoe Boewono, Gapura Gladag, menuju Jalan Jendral Sudirman.

Ratusan Orang Kebagian Sego Pelang dalam Kirab Budaya Kemuning Karanganyar

Kemudian, ke timur menuju Jalan Mayor Kusmanto, belok ke arah selatan menuju Jalan Kapten Mulyadi.

Selanjutnya, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Wawu 1953 akan ke barat menuju Jalan Veteran, belok ke utara menuju Jalan Yos Sudarso.

Kemudian, ke Timur menuju Jalan Slamet Riyadi, belok ke selatan menuju Jalan Pakoe Boewono, dan kembali ke Keraton Solo.

Seperti diketahui, kawasan Bundaran Gladag, Solo yang akan dilalui oleh peserta Kirab Pusaka Malam 1 Suro Wawu 1953 masih dalam proses penataan hingga tulisan ini diturunkan.

Menanggapi kondisi itu, Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo mengatakan pihak Keraton Solo sudah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Kepolisian.

"Nanti, jalur tengah yang berada di kawasan Bundaran Gladag dan memiliki lebar 11 meter akan tetap dilalui untuk Kirab Malam 1 Suro Wawu 1953," tutur Dipokusumo.

Gunungan Sayuran Sampai Anoman Meriahkan Kirab Budaya Kelurahan Sriwedari Solo

Dipokusumo mengungkapkan pihak penyelenggara Kirab Malam 1 Suro Wawu 1953 menghadapi masalah, yakni tepian jalur tengah kawasan Bundaran Gladag sudah dibangun pondasi yang terbuat dari besi dan ada yang sudah dilubangi sedalam 40 meter.

"Tetapi masalah itu sudah mendapat solusi, yakni sekitar jalur tengah kawasan Gladag akan tetap disterilkan untuk meminimalisir risiko," tutur Dipokusumo.

"Sekitar jam sembilan malam, pondasi-pondasi besi yang ada di tepian jalur tengah Kawasan Gladag sudah mulai dipindahkan untuk dijadikan sebagai batas penonton," imbuh Dipokusumo.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved