Anggota DPRD Sragen Viral

Kisah Anggota DPRD Sragen Kumpulkan Amplop Kunker 5 Tahun Tembus Setengah Miliar, Lalu Disumbangkan

Anggota dewan dari PKB bernama Bombong Lukito Samodro (27) menyimpan amplop yang berisi uang kunker selama 5 tahun menjabat di DPRD Sragen.

Kisah Anggota DPRD Sragen Kumpulkan Amplop Kunker 5 Tahun Tembus Setengah Miliar, Lalu Disumbangkan
TribunSolo.com/Ryantono Puji
Anggota dewan dari PKB Sragen Bombong Lukito Samodro (27) di Ponpes Nurul Huda yang berada di Kecamatan Gondang, Sragen, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Anggota dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bernama Bombong Lukito Samodro (27) menyimpan amplop yang berisi uang kunjungan kerja (kunker) selama lima tahun menjabat di DPRD Sragen.

Bombong adalah anak dari Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Sragen Kyai Syarif Hidayatulah.

Anak muda yang akrab dipanggil Gus Bombong itu menjadi dewan sejak tahun 2014 sampai saat ini, 2019.

"Dulu pada 2014 saya sudah menjadi dewan, dan periode Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 - 2024 ini saya terpilih lagi," kata Bombong mengawali kisahnya kepada TribunSolo.com di Ponpes yang berada di Kecamatan Gondang, Sragen, Rabu (11/9/2019).

Sejak menjadi dewan pada 2014 lalu, Bombong tidak pernah menggunakan  sepeser pun uang saku dari kunkernya tersebut.

"Uang saku kunker saya kumpulkan tidak saya gunakan," papar pria kelahiran 28 Maret 1992.

Cerita Pengemis Berduit Puluhan Juta asal Sragen: Selalu Tolak Uang dari Anak, Tak Mau Merepotkan

Selama tahun 2014 - 2019 mengumpulkan uang saku kunker yang dimasukkan dalam amplop tersebut.

Kemudian akhirnya Gus Bombong membukanya pada momen ulang tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Sragen.

"Dihitung selama setengah tahun itu dapat setengah miliar (Rp 500 juta)," aku dia.

"Itu saya kasih ke yayasan dan sumbangkan ke masyarakat," jelasnya membeberkan.

Bupati Sragen Yuni Putuskan Mundur dari Gerindra, Sebut Hidup adalah Pilihan

Menurut Bombong, saat mencalonkan wakil rakyat dari PKB dirinya tidak pernah berkampanye dan semua bantuan dari relawan.

Jadi, ketika dia menjadi anggota DPRD uang tersebut dikembalikannya untuk membantu masyarakat dan mengembangkan wilayah Ppmilihannya.

"Uang saku kunker dewan itu saya tidak pakai, semua saya kasihkan ke masyarakat dan yayasan saja," papar Bombong. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved