Berita Boyolali Terbaru
Cegah Sumber Air di Gunung Merbabu Terdampak Kebakaran, Warga Desa Jeruk Boyolali Buat Parit
Demi mencegah lahan yang terbakar di Gunung Merbabu ikut serta membakar pipa saluran air, warga Desa Jeruk, Boyolali, Jawa Tengah membuat parit.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Demi mencegah lahan yang terbakar di Gunung Merbabu ikut serta membakar pipa saluran air, warga Desa Jeruk, Boyolali, Jawa Tengah membuat parit.
“Kebakaran gunung merbabu kan tidak hanya tahun ini, sejak tahun-tahun yang lalu sudah sering terjadi,” kata kepala desa Jeruk, Kecamatan Selo, Joko kepada Tribunsolo.com, Sabtu (14/9/2019) siang.
“Sehingga sejak awal kami warga desa sudah membuat parit tapi kamiberi sekat,” katanya.
• Afuk Bersepeda Solo-Pasuruan Demi Kembalikan Dompet: Jual Ponsel Rp 640 Ribu untuk Perbaiki Sepeda
Dengan sekat minima sepanjang 1 meter, warga lalu membersihkan lahan di sekitar sekat tersebut sehingga api tidak merembet ke arah awarga.
“Karena sebelumnya saat kebakaran di tahun 2016, pipa saluran air warga sempat terbakar,” katanya.
Untuk mengantisipasi kembali terjadi kebakaran pipa air, karang taruna desa Jeruk tersebut telah bergabung dengan petugas untuk memadamkan api di Gunung Merbabu.
• SD Muhammadiyah Palur Sukoharjo Kembali Sabet Juara Umum Lomba MAPSI
• Diduga Depresi, Turis Asing Asal Bali Ngamuk Hingga Mencoba Telanjang di Kuta
“Dari desa kami beberapa warga ikut naik, untuk mengantisipasi jangan sampai air menuju wilayah sumber air.” katanya.
Joko membeberkan bahwa sejak Jumat (13/9/2019) banyak warganya yang pergi keatas gunung untuk membantu memadamkan api.
Namun karena beberapa kendala seperti medan yang curam dan pemadaman yang dilakukan secara manual membuat api susah untuk padam.
Kebakaran yang terjadi di gunung Merbabu masih meluas hingga 260 hektar dari perkiraan awal pada Jumat, (13/9/2019) luas lahan yang terbakar yakni 225 hektar.
Joko berharap kebakaran di Gunung Merbabu dapat segera padam.
“Saya berharap kebakaran dapat segera padam, apalagi ini musim kemarau kalau terus meluas bisa berbahaya,” katanya.(*)