Berita Terbaru Persis Solo

Penjualan Saham Mayoritas Persis Solo Dinilai Cacat Hukum, 26 Klub Internal Bakal Layangkan Somasi

Penjualan saham mayoritas PT Persis Solo Saestu (PSS) dari PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) kepada Vijaya Fitriasa dinilai cacat hukum.

Penjualan Saham Mayoritas Persis Solo Dinilai Cacat Hukum, 26 Klub Internal Bakal Layangkan Somasi
TribunSolo.com/Agil Tri
Koordinator 26 klub internal Persis Solo, Agus Saparno dan penasihat Heri Isranto (Gogon) saat konfrensi pers di Balai Persis Solo, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penjualan saham mayoritas PT Persis Solo Saestu (PSS) dari PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) kepada Vijaya Fitriasa dinilai cacat hukum atau prosedural.

SPN kepemilikan Sigit Haryo Wibisono yang memiliki saham Persis Solo 90 persen, menjual sahamnya sebanyak 70 persen kepada pengusaha Migas asal Jakarta tersebut.

Menurut koordinator 26 klub internal Persis Solo, Agus Saparno, transaksi itu cacat hukum karena saat dilakukan secara ilegal dengan mengabaikan Forum Rapat Umum Pemagang Saham (RUPS).

Harusnya lanjut dia, pemindahan atau penjualan saham itu harus melalui forus RUPS, untuk menawarkan terlebih dahulu terhadap saham yang akan dijual kepada pemilik saham lainnya.

"Kita (26 Klub Internal Persis Solo) tidak pernah diajak ngomong dan dilibatkan dalam masalah internal Persis," katanya saat konfrensi pers di Balai Persis Solo, Kamis (3/10/2019).

Menurut penasihat 26 Klub Internal Persis Solo, Heri Isranto (Gogon), 26 klub internal Persis ini masih memiliki saham di PT Persis Solo Saestu.

"Meski saham kami hanya minoritas, tapi kami juga bagian dari pemegang saham, kami ingin di wongke," jelasnya.

Pada rapat pada Rabu malam yang dilakukan sebanyak 26 klub internal Persis Solo, menurut dia  akan melayangkan somasi terhadap PT SPN.

Muncul Spanduk Sindiran Penjualan Saham Persis Solo, Hingga Kekhawatiran Persis Hanya Alat Semata

Spanduk Berisi Sindiran Penjualan Saham Persis Solo Muncul di Jalanan, Ditujukan Kepada Siapa?

Dikatakan, karena penjualan saham itu dinilai cacat hukum dan telah melanggar peraturan anggaran dasar PT Persis Solo Saestu yang tertuang dalam UU Nomor 40 tahun 2017 tentang Perseroan Terbatas serta MoU dan perjanjian kerjasama yang dibuat SPN dengan PT Persis Solo Saestu.

Halaman
123
Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved