Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Perenang Muda Ini Meninggal Dunia Mendadak, Status Insta Story Disebut sebagai Isyarat Perpisahan

Polisi menyebut kematian Lim itu mendadak, sementara spekulasi jika almarhum bunuh diri juga merebak.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
INSTAGRAM/ayrton_holt
Perenang Ayrton Lim meninggal dunia 

TRIBUNSOLO.COM -- Perenang Sarawak, Ayrton Lim (19), ditemukan tewas di rumahnya di Tabuan Laru, Kamis (24/10/2019).

Dikutip TribunSolo.com dari laman Bernama Malaysia, Ayrton sudah tak sadarkan diri saat ditemukan ibunya.

Ibunya lantas menghubungi polisi sekitar pukul 12:30 waktu setempat.

Menurut kepala kepolisian Sistrik Kuching, ACP Awang Din Awang Gani, Lim sudah meninggal dunia sebelum dibawa ke rumah sakit.

Depresi dan Bunuh Diri Diprediksi Meningkat, Perhatikan Ini Tanda-tanda Keinginan Bunuh Diri

Dari hasil investigasi polisi, tak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Polisi menyebut kematian Lim itu mendadak, sementara spekulasi jika almarhum bunuh diri juga merebak.

Diduga Depresi

Ibu Lim yang tak disebut namanya mengatakan jika Lim dalam kondisi depresi sebelum meninggal dunia.

Hua Daily News melaporkan bahwa Lim diduga gantung diri akibat depresi.

Lim dikatakan tengah mengalami masalah yang menyangkut hubungan dengan seseorang.

Sebelum meninggal dunia, Lim bahkan sempat memposting Insta Story pada 24 Oktober 2019, hari yang sama dengan kematiannya.

Dalam Insta Story itu, dia menulis:

“19 tahun yang luar biasa dan saya bersyukur jika Anda bagian dari itu.

Terima kasih."

Insta Story Lim
Insta Story Lim 

Sejumlah netizen berkomentar jika tulisan ini seperti isyarat perpisahan dari almarhum.

Semasa hidup, Lim dikenal sebagai atlet berprestasi.

Ia mewakili Sarawak di Olimpiade Malaysia beberapa waktu lalu.

Sebelum meninggal dunia, Lim baru saja pulang dari pelatihan di Singapura.

Perenang Ayrton Lim meninggal dunia
Perenang Ayrton Lim meninggal dunia (INSTAGRAM/ayrton_holt)

Kasus Lain: Atlet Balap Sepeda Tewas Gantung Diri

Atlet balap sepeda Amerika Serikat peraih medali perak Olimpiade 2016, Kelly Catlin, meninggal dunia karena bunuh diri di usia 23 tahun.

Catlin ditemukan tewas di rumahnya, di California, Amerika Serikat, Jumat (8/3/2019) lalu.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, kabar duka itu diungkapkan sang ayah, Mark Catlin, melalui sebuah surat yang dirilis pada Minggu (10/3/2019) pagi waktu setempat.

Dalam surat tersebut, Mark Catlin menyatakan bahwa sang putri telah meninggal dunia pada hari Jumat malam (8/3/2019) di kediamannya.

Mark Catlin juga mengungkapkan bahwa penyebab Kelly meninggal akibat bunuh diri.

Pebalap sepeda Amerika, Kelly Catlin, meraih medali perak UCI Track Cycling World Championships di Apeldoorn, 3 Maret 2018. Kelly meninggal karena bunuh diri, Jumat 8 Maret 2019.(EMMANUEL DUNAND / AFP)
Pebalap sepeda Amerika, Kelly Catlin, meraih medali perak UCI Track Cycling World Championships di Apeldoorn, 3 Maret 2018. Kelly meninggal karena bunuh diri, Jumat 8 Maret 2019.(EMMANUEL DUNAND / AFP)

Kabar ini cukup tragis mengingat Kelly Catlin adalah pembalap sepeda yang banyak menuai prestasi.

Kelly bahkan pernah menyabet tiga gelar juara dunia balap sepeda tim pursuit putri berturut-turut pada tahun 2016-2018.

Dia juga berhasil meraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016.

Lukisan-lukisan Aneh Sulli eks f(x) yang Tewas Bunuh Diri, Diposting di Akun Instagramnya yang Kedua

Selain meniti karier pada nomor balap sepeda trek, Kelly juga tergabung dengan tim Balap Sepeda Jalan Raya Profesional UHC.

Bahkan, Kelly sedang menempuh gelar sarjana di bidang matematika komputasi di Universitas Stanford.

Kabar ini pun membuat orang-orang terdekat Kelly cukup sedih, termasuk dari pihak tim UHC dan Asosiasi Balap Sepeda Amerika Serikat.

"Komunitas balap sepeda AS merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Kelly Catlin," tulis pihak Asosiasi Balap Sepeda AS dikutip BolaSport.com dari VeloNews.

Kematian Sulli Dianggap Tak Terduga, Polisi akan Lakukan Autopsi atas Persetujuan Keluarga

"Kelly lebih dari sekadar atlet bagi kami, dia akan selalu menjadi bagian dari keluarga balap sepeda AS. Ini adalah saat yang sulit bagi keluarga Catlin, dan kami akan menghormati pivasi mereka," ujarnya.

Hingga saat ini, kabar penyebab kematian Kelly Catlin masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Belum dapat dipastikan bagaimana dan mengapa Kelly melakukan bunuh diri. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved