Berita Wonogiri Terbaru

Terungkap Kasus Pemerkosaan Remaja di Wonogiri, Diiming-imingi Uang oleh 6 Lelaki Hidung Belang

Kasus pemerkosaan remaja berinisial AN (16) warga Kecamatan Nguntoronadi sempat membuat Bupati Wonogiri, Joko Sutopo geram.

Terungkap Kasus Pemerkosaan Remaja di Wonogiri, Diiming-imingi Uang oleh 6 Lelaki Hidung Belang
Internet
ilustrasi perkosaan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kasus pemerkosaan remaja berinisial AN (16) warga Kecamatan Nguntoronadi sempat membuat Bupati Wonogiri, Joko Sutopo geram.

AN diduga pernah diperkosa enam lelaki hidung belang hingga saat ini kondisinya hamil.

Menurut Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, mayoritas enam orang yang merupakan pelaku tersebut masih merupakan tetangga korban.

"Enam orang itu ada tetangga korban, ada yang bukan, tapi kita akan lakukan pemeriksaan dulu, apakah benar, atau cuma alibi," katanya saat ditemui usai acara di Eromoko, Wonogiri Jumat (8/11/2019).

Anehnya, kasus ini awalnya justru diselesaikan dengan cara mediasi, dan terduga membayarkan sejumlah uang kepada korban sebesar Rp 7,5 juta per pelaku.

Kendati demikian, kasus pemerkosaan ini terendus oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas PPKBP3A Wonogiri.

Saat ini, Polres Wonogiri sudah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur itu.

Polres Wonogiri Tetapkan Satu Tersangka Pemerkosaan Anak di Bawah Umur, Ternyata Tetangganya Sendiri

Remaja di Wonogiri Diperkosa Ramai-ramai Sampai Hamil, Pelaku Hanya Diminta Santuni Rp 7,5 Juta

Satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah SYN (39), yang masih tetangga korban.

"Kemarin sudah gelar perkarakan, ada tersangka satu orang, dan saat ini belum ditahan, namun secepatnya akan dilakukan penahanan," terangnya.

Menurut keterangan tersangka, korban ini bisa disewa untuk memuaskan nafsu bejatnya.

"Menurut tersangka, dia mendapat informasi dari temannya jika korban ini bisa dalam tanda kutip dipakai, dengan bertransaksi," aku dia.

"Kemudian tersangka menjanjikan sesuatu kepada korban ini untuk melayaninya, dengan memberi sejumlah uang," jelasnya.

Namun dari keterangan korban kepada pihak kepolisian, hal itu langsung dibantah oleh korban.

"Menurut korban, dia tidak mengakui bisa dalam tanda kutip dipakai," imbuhnya.

Korban sendiri hidup dalam kategori orang yang tidak mampu, selama ini korban tinggal bersama ibu kandungnya, sedangkan ayahnya tinggal di Kabupaten Karanganyar.

Korban setelah lulus SMP melanjutkan sekolah di Karanganyar dan ikut bersama ayahnya.

Gadis di Palangkaraya Hilang Hampir Sebulan, Ternyata Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan oleh Paman

Kasusnya Tak Ditanggapi Serius, Korban Pemerkosaan Bakar Dirinya Sendiri di Depan Kantor Polisi

Korban juga sempat dititipkan kepada neneknya di Pacitan, Jawa Timur, lalu dikembalikan lagi kepada ibunya lantaran hamil.

Perihal lima tersangka lain yang diduga pernah memperkosa korban, AKP Purbo mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kita lakukan pengembangan, satu tersangka yang sudah ditetapkan ini sudah memenuhi unsur dari alat bukti dan keterangan saksi," jelasnya.

"Nanti yang lain akan dikembangkan dari penyedikan keterangan satu orang ini," jelasnya.

Kondisi psikologis korban yang trauma, membuat unit PPA Polres Wonogiri juga mendatangkan psikiater untuk pendampingan korban.

"Korban kurang terbuka, karena mungkin masih trauma, dan kita masih butuh waktu untuk mengumpulkan keterangan darinya," imbuhnya.

AKP Purbo menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang berkembang yang tidak jelas.

"Masyarakat jangan terlalu termakan isu, korban masih di bawah umur dan kita harus memperhatikan masa depannya," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved