Berita Sukoharjo Terbaru

Baca Pesan WA Berantai, Ratusan Warga Sukoharjo Rela Antre Ratusan Meter, Ternyata ini Penyebabnya

Baca Pesan WA Berantai, Ratusan Warga Serbu di Disdukcapil Sukoharjo, Ternyata ini Penyebabnya

Baca Pesan WA Berantai, Ratusan Warga Sukoharjo Rela Antre Ratusan Meter, Ternyata ini Penyebabnya
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Antrean panjang para pemohon e-KTP di Kantor Disdukcapil Sukoharjo, Rabu (4/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemandangan tak biasa terlihat di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo, Rabu (4/12/2019).

Ratusan masyarakat mengantri sejak pagi, untuk mengambil nomor antrian pembuatan e-KTP.

Antrean Warga Sukoharjo di Disdukcapil Membludak Demi Dapatkan Blangko e-KTP

Petugas yang Buat e-KTP Palsu Terungkap Sudah 5 Tahun Bekerja, Ini Kasus Pertama Dispendukcapil Solo

Melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirim Disdukcapil, masyarakat mendapat informasi bila hari ini Disdukcapil Sukoharjo mendapatkan pasokan blangko e-KTP sebanyak 2 ribu keping.

Pesan WA itu dikirim kepada masyarakat sejak Minggu (1/12/2019).

Hal tersebut diungkapkan salah satu masyarakat yang mengantre, Rohmad Juliatna, warga Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo.

"Kemarin dapat WA kalau katanya hari ini bisa mengurus e-KTP, karena sudah dapat pasokan blangko e-KTP sebanyak 2 ribu keping," katanya.

Dalam pesan WA tersebut juga dijelaskan, Disdukcapil menerima pelayanan 500 keping per hari.

Sehingga pelayanan berdasarkan masyarakat yang cepat datang untuk mengambil nomor antrean.

"Saya antre sekitar jam 09.00 wib, kalau soal nomor antrean saya tidak tau."

"Ini saya ikut mengantri saja, kalau dapat nomor antrean ya syukur," jelasnya.

Dia mengaku telah menggunakan Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP selama 6 bulan terakhir.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Sukoharjo, Wisnu Murti, mengatakan antrean dibuka sejak Senin (2/12/2019).

"Kita dapat kiriman 2 ribu keping, dan sesuai kemampuan cetak kita, kita melayani 500 keping perhari."

"Besok adalah waktu terakhir," tutupnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved