Sidowarno Kampung Wayang, Memoles 'Mutiara Terpendam' di Pinggir Sungai Bengawan
Medapat julukan pusat produksi wayang, Dukuh Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Klaten membenahi regenerasi perajin hingga kampung wisata.
Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Asep Abdullah Rowi
Meskipun tidak langsung masif dalam usaha regenerasi, tetapi menurut dia pelan-pelan membuahkan hasil.
Buktinya sudah ada sekitar 10 perajin termasuk dirinya yang tergolong masih muda antara umur 20-35 tahun yang nantinya menjadi penerus estafet para seniornya.
Yakni di antaranya meyakinkan kepada mereka jika menjadi perajin menjanjikan, tidak lekang oleh zaman hingga menjadi bagian penting dalam melestarikan budaya asli Jawa itu.
"Kalau belajar tatah sungging secara tekun, 1-2 tahun bisa mengusai," aku dia.
Adapun konsep yang diberikan Kube Bima dengan memberikan pelatihan gratis alias tidak dipungut biaya sepeser pun khusus untuk wargganya sendiri di Dukuh Butuh.
"Kalau belajar free silahkan tinggal pilih di tempatnya perajin siapa, paling usaha beli alat sendiri," tuturnya.
Sebenarnya lanjut dia, teknik pembuatan wayang bisa dipelajari oleh siapa saja asalkan ada minat.
Bahkan peralatan yang digunakan pun cukup sederhana berupa tatah, alas, palu, tindih agar kulit yang diukir tidak bergerak, penyorek gambar untuk kulit hingga kuas untuk mewarnai.
Sementara untuk bahan baku seperti kulit kerbau hingga sapi bisa diolah sendiri sebelum diukir hingga bisa pesan dari pengepul, sehingga memudahkan perajin.
Khusus pembuatan wayang memang bisa memakan waktu 3 minggu, tergantung pesanan.
Berbeda dengan hiasan dinding lebih mudah bisa lebih cepat.
"Artinya 3 minggu itu bisa disambi, di-manajemen, satu orang khusus buat wayang bisa hasilkan 8 buah bahkan lebih, tetapi itu kategori yang cukup rumit untuk pewayangan bukan hiasan," aku dia.
Saking tersohornya Dukuh Butuh, perajin di wilayahnya sudah memiliki pasar tersendiri selama ini.
Bahkan menurut lulusan S1 STMIK Duta Bangsa Solo itu, khusus untuk wayang yang digunakan pedalangan hingga pesanan kolektor dalam dan luar negeri, bisa dibanderol dengan harga menjanjikan.
"Contohnya gini kalau ada yang pesan paket 200 buah wayang oleh dalang ukuran 40 cm hingga 1 meter, bisa nilai ratusan juta tapi garapnya bisa diberi waktu beberapa bulan," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tatah-sungging12.jpg)