Pilkada Sukoharjo 2020

Diprotes Bupati Sukoharjo, Ini Sikap Bawaslu soal Pemanggilan 5 PNS yang Dinilai Langgar Netralitas

Bawaslu Sukoharjo mendapatkan protes dari Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya terkait pemanggilan 5 ASN yang diduga melanggar netralitas.

Diprotes Bupati Sukoharjo, Ini Sikap Bawaslu soal Pemanggilan 5 PNS yang Dinilai Langgar Netralitas
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Bawaslu Sukoharjo saat menggelar acara di kantornya, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Bawaslu Sukoharjo mendapatkan protes dari Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya terkait pemanggilan 5 ASN yang diduga melanggar netralitas.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawasalu Sukoharjo, Bambang Muryanto mengatakan pihaknya hanya menindaklanjuti surat dari Komisi ASN untuk melakukan klarifikasi terhadap AS, NH, MS, WAS dan DE.

Terkait protes yang dilakukan Bupati Sukoharjo dan Pemkab Sukoharjo, Bambang menilai ada salah pemahaman mengenai hal tersebut.

Karena pemanggilan tersebut murni berdasarkan PP ASN, dan belum masuk keranah PKPU.

“Kita dapat surat Komisi ASN untuk melengkapi data dari hasil kajian Bawaslu dan klarifikasi," katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (20/2/2020).

“Karena menurut surat dari Komisi ASN, bila ada ASN yang mendekati Parpol terkait pencalonan dirinya juga dianggap melanggar,” aku dia.

Dia mengatakan, Bawaslu hanya memintakan klarifikasi kepada 5 ASN yang ditunjuk Komisi ASN.

Pemkab Sukoharjo Bingung 5 PNS Dipanggil oleh Bawaslu, karena Tahapan Kampanye Pilkada Belum Dimulai

Hasil klarifikasi tersebut akan dibuatkan berita acara, dan akan dikembalikan ke Komisi ASN.

“Nanti Komisi ASN yang melakukan kajian, dan yang menentukan bersalah atau tidaknya itu bukan Bawaslu, tapi Komisi ASN,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved