Driver 'Gojek Tuyul' Diamankan Polisi di Malang karena Pemalsuan Akun, Bagaimana di Solo?

Seorang driver Gojek di Malang berinisial MF (35) diamankan Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Driver Gojek Senior di Solo yang juga Ketua Basecamp Laler Hijau dan dan Pembina Basecamp Merak, Awan Suryadi, Jumat (28/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seorang driver Gojek di Malang berinisial MF (35) diamankan Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

Dikutip dari Kompas.com, MF adalah pelaku 'Gojek Tuyul ' atau pemalsuan akun dan melakukan order fiktif.

Pelaku dalam melaksanakan aksinya mengincar poin atau bonus dari transaksi yang dilakukan antara akun restoran dan mitra Gojek.

Sempat Viral Driver Gojek Kehilangan Ban dan Knalpot, Kini Kecewa Bantuan yang Dijanjikan Hanya Semu

Terkait adanya penangkapan tersebut, bagaimana di Kota Solo?

Apakah ada praktik serupa atau tidak, TribunSolo.com menemui driver Gojek senior di Solo yang juga Ketua Basecamp Laler Hijau dan dan Pembina Basecamp Merak, Awan Suryadi.

Awan menjelaskan, terkait praktik seperti yang dilakukan MF (35) Driver Kota Malang tersebut yang membuat akun palsu dan order fiktif untuk mencari poin sudah tidak ada lagi di Solo.

Beredar Video Driver Ojek Online Berkumpul di Stasiun Purwosari, Begini Penjelasan Satgas Gojek Solo

"Kalau sekarang tidak ada, seperti itu di Solo," kata Awan ditemui, Jumat (28/2/2020).

Awan bercerita, terkait adanya akun palsu atau akun tuyul pernah terjadi di Solo pada 2017 hingga 2018.

Pada tahun itu, driver bukan hanya menggunakan cara membuat akun palsu dan membuat order fiktif untuk mendapatkan bonus.

Inilah Perbedaan Maxim Dibanding Grab dan Gojek, Penderekan Mobil hingga Starter Aki

Namun, mereka juga memasang titik untuk mendapatkan pelanggan.

"Kalau dulu sebutannya tuyul itu, buat nembak pelanggan atau costumer," kata Awan.

"Misal mereka di rumah, tapi mereka dari handphone memasang titik di lokasi A nanti bisa nyantol disana," terang Awan.

Ada juga driver buat order fiktif untuk mendapatkan poin bonus itu.

"Hanya di tahun 2017-2018 pernah ada sekarang tidak ada," jelas Awan.

Seusai Didemo Driver Gojek dan Grab di Solo, Maxim Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi

Minimnya praktik seperti itu saat ini menurut analisa Awan lantaran sistem di Gojek sudah tidak memilih pelanggan berdasarkan titik terdekat namun acak.

Selain itu, saat ini di Solo Raya juga sudah banyak basecamp yang saling terkoneksi.

Setiap basecamp, memiliki ketua masing-masing jadi bila ada driver yang nakal bisa terdeteksi.

Bila ada driver yang melakukan kecurangan seperti akun palsu dan memasang titik tuyul kemungkinan besar di luar anggota basecamp yang terdaftar.

"Kalau ketua basecamp itu bertanggungjawab pada anggotanya juga karena ada daftarnya," jelas Awan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved