Sengketa Tanah Sriwedari

Dibangun di Tanah Sengketa, Proses Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Ternyata Sudah Capai 70 Persen

Proses pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo hampir rampung meski dibangun di lahan sengketa.

TribunSolo.com/Adi Surya
Masjid Taman Sriwedari Solo yang dibangun di tanah lokasi sengketa tanah Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Proses pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo hampir rampung meski dibangun di tanah sengketa.

Lahan yang menjadi lokasi pembangunan masjid tersebut masih menjadi sengketa antara Pemkot Solo dan ahli waris almarhum RMT Wirjodiningrat.

Ketua Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo yang juga Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo menyampaikan proses pembangunan masjid tersebut sudah melampaui setengah persen.

Dibangun di Lahan Sengketa, Masjid Rp 165 Miliar di Sriwedari Terancam Dirobohkan, Panitia Pasrah

"Proses pembangunan masjid sampai saat ini sekitar 60 sampai 70 persen," tutur Purnomo kepada TribunSolo.com, Kamis (5/3/2020).

"Untuk persisnya saya kurang hafal," imbuhnya menekankan.

Rencananya, Masjid Taman Sriwedari Solo akan dilengkapi menara utama setinggi 114 meter dan dilengkapi lift berkapasitas 10 orang.

"Proses pembangunan ditargetkan selesai akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata Purnomo.

Pengadilan Negeri Solo Benarkan Ada Permohonan Eksekusi Paksa Tanah Sriwedari, Berikut Penjelasannya

"Rencananya, kalau dari informasi yang saya dapat, waktu Ramadhan bisa digunakan untuk tarawih," tambahnya.

Purnomo menuturkan Masjid Taman Sriwedari Solo akan dijadikan ikon wisata baru Kota Solo.

"Akan jadi obyek wisata Kota Solo dan ikon wisata baru karena masjidnya antik dan terletak di pusat kota," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved