Breaking News:

Virus Corona Wonogiri

Alami Demam dan Batuk Usai Tiba dari Jakarta, 7 Pemudik Wonogiri Langsung Dicek Kesehatannya

Dalam dua pekan terakhir, Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri mulai menunjukan pergerakan arus mudik dini akibat dampak Corona di Jakarta.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri yang menjadi tumpuan pemudik, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Dalam dua pekan terakhir, Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri mulai menunjukan pergerakan arus mudik dini akibat dampak Corona di Jakarta.

Menurut Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, arus mudik dini yang terjadi ini akibat imbas dari status darurat nasional Corona yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Ditambah dengan banyaknya kasus ODP maupun PDP yang ada di Jakarta sehingga disebut kawasan merah.

"Hal ini menimbulkan kepanikan, dan opsinya warga kami yang ada di Jakarta memilih menghindar dan kembali pulang," katanya saat ditemui di kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (27/3/2020).

Perantau Jakarta Berbondong-bondong ke Wonogiri Gegara Corona, Pemkab Siagakan Paramedis di Terminal

Dari tanggal 15 sampai 26 Maret 2020, tercatat sudah ada 20.245 pemudik yang tiba di Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri.

Para pemudik yang tiba langsung dilakukan skrining awal dengan pengecekan suhu tubuh.

"Dari Rabu kemarin ada 7 orang yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat celsius," aku dia.

Singapura Alokasikan Anggaran Rp 505,5 Triliun untuk Lawan Corona di Negaranya

"Ada yang batuk pilek juga," jelasnya.

Mendapati hal tersebut, petugas keselantas lantas disarankan untuk memeriksakan diri.

"Kami tidak mau berspekulasi, sehingga kami rekomendasi mereka untuk memeriksakan diri," jelasnya.

Bupati Jekek Akui Warga Perantauan di Jakarta Pilih Pulang Kampung ke Wonogiri karena Imbas Corona

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Adhi Dharma menambahkan, skrining dilakukan kepada seluruh penumpang dan craw bus.

Baik bus AKAP maupun bus AKDP untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Bagi penumpang dan crew bus yang sakit, data langsung terkirim ke UPTD Puskesmas untuk dilakukan pemantauan lebih lanjut," tandasnnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved