Virus Corona
Rahasia Taiwan Minim Kasus Corona Meski Tanpa Lockdown : Bisakah Diterapkan di Indonesia?
Dalam kasus penyebaran pandemi Corona, Taiwan pantas bila bikin heran sekaligus 'iri' banyak orang.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TRIBUNSOLO.COM - Dalam kasus penyebaran pandemi Corona, Taiwan pantas bila bikin heran sekaligus 'iri' banyak orang.
Bayangkan saja, negara satu ini 'hanya' mencatat 400 kasus positif Virus Corona, di mana 'hanya' 6 pasien yang meninggal dunia.
• Amerika Serikat Jadi Negara Terbanyak Kasus Corona, Begini Suasana Ramadhan di Negeri Paman Sam
• UPDATE Corona Indonesia Minggu 26 April 2020: 1.107 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh
Yang lebih mengherankan, Taiwan sama sekali tak menerapkan PSBB seperti di Indonesia, apalagi lockdown.
Pemerintah Taiwan tetap saja menjalankan rutinitas seperti biasa.
Ekonomi mereka pun stabil, dan berjalan seperti biasanya.
Anak-anak tetap bersekolah.
Lalu, bagaimana cara Taiwan menjaga agar Virus Corona tak mengganas di negara tersebut?
Dilansir New York Post, kunci disiplinnya pemerintah dan rakyat Taiwan, memang memainkan peran penting.
Semua orang yang masuk ke Taiwan akan menjalani cek suhu badan.
Mereka juga wajib menjalani karantina selama 14 hari di rumah masing-masing.
Menurut laporan NBC News, semua orang di Taiwan harus memastikan ponsel mereka menyala.
Fungsinya, mereka bisa dilacak lewat GPS di ponsel mereka, seandainya mereka diyakini membawa virus Corona.
Mereka yang masih menjalani karantina, akan terus dimonitor lewat ponsel.
Bila ketahuan meninggalkan rumah, mereka akan menerima pesan dan dihubungi lewat telepon untuk kembali ke rumah.
• Ternyata Ini Sakit yang Diidap Kim Jong Un, Tergolong Penyakit Mematikan
Nekat? Maka polisi yang gantian turun tangan.
Tak tanggung-tangung, anda akan dibuat bangkrut bila ketahuan melanggar.
Denda sebesar Rp 50 - 500 juta akan ditagihkan ke mereka yang melanggar.
Taksi Khusus