Madagaskar Catat Kematian akibat Virus Corona Pertama, Pria Petugas Parkir Berusia 57 Tahun

Media lokal melaporkan Madagaskar mencatat kematian akibat virus corona pertama, Minggu (17/5/2020).

Tayang:
Penulis: reporter | Editor: Tribun Network
Freepik.com
Ilustrasi virus corona - Madagaskar Catat Kematian Akibat Virus Corona Pertama 

TRIBUNNEWS.COM - Media lokal melaporkan Madagaskar mencatat kematian akibat virus corona pertama, Minggu (17/5/2020).

Menurut harian lokal L'Express de Madagascar, kasus ini merupakan kematian dari pria berusia 57 tahun.

Pria tersebut diketahui bekerja sebagai petugas keamanan tempat parkir di Rumah Sakit kota Toamasina.

Dikutip Tribunnews dari Anadolu Agency, Minggu (17/5/2020), secara terpisah Madagaskar mencatat total kasus mencapai 304 orang.

Lebih jauh, kematian pertama yang dikonfirmasi ini dilaporkan setelah Presiden Madagaskar Andry Rajoelina meluncurkan Covid Organics (CVO).

Sebagai catatan, CVO merupakan minuman herbal organis yang menurut Andry dapat mencegah atau menyembuhkan pasien virus corona.

Rangkuman Isi Cerita Si Kumbi Anak Jujur: Keranjang untuk Osyi TVRI Belajar dari Rumah, SD Kelas 1-3

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina meluncurkan Covid Organics (CVO), minuman herbal organis yang menurut Andry dapat mencegah atau menyembuhkan pasien virus corona.
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina meluncurkan Covid Organics (CVO), minuman herbal organis yang menurut Andry dapat mencegah atau menyembuhkan pasien virus corona. (AA)

Selain Ancaman Corona, Pemkab Sukoharjo Waspada Penyebaran Flu Babi Afrika yang Juga Mematikan

Selama Lockdown, WHO Catat Kekerasan Rumah Tangga di Eropa Menigkat Tajam

Peringatan WHO untuk CVO

Secara terpisah, World Health Organization (WHO) memperingatkan penggunaan CVO tanpa pengawasan medis.

Selain itu, WHO juga memperingatkan penggunaan sendiri CVO.

Pada Kamis pekan lalu, WHO mengatakan telah menghubugni pemerintah Madagaskar atas minuman herbalnya.

Terkait hal ini, Direktur Regional WHO di Afrika Matshido Moeti, angkat bicara pada briefing media.

"Kami menawarkan untuk mendukung desain penelitian untuk melihat produk ini (Covid Organics)," kata Moeti.

WHO Sebut Corona Bisa Jadi Endemik di Masyarakat, Simak Bedanya dengan Pandemi, Akankah Seperti DBD?

Selama Lockdown, WHO Catat Kekerasan Rumah Tangga di Eropa Menigkat Tajam

Virus Corona di Madagaskar

Secara terpisah, sejak wabah virus corona muncul di Wuhan, China pada akhir Desember 2019, kini menyebar ke lebih dari 200 negara dan wilayah.

Pada Senin, (18/5/2020) jumlah kematian global karena virus corona telah mencapai 316.671 jiwa.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved