Breaking News:

Solo KLB Corona

Buntut Ikut Pemakaman Jenazah Covid-19 di Bayat Klaten, 2 Warga Reaktif Usai Menjalani Rapid Test

Sembilan orang yang pernah ikut pemakaman jenazah Covid-19 di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, menjalani rapid test.

TribunSolo.com/Istimewa
Pemakaman jenazah dari Semarang yang dihadiri puluhan orang di malam hari di Dukuh Purwosari, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Selasa (2/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Sembilan orang yang pernah ikut pemakaman jenazah Covid-19 di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, menjalani rapid test.

Hasilnya, dua orang ternyata reaktif sehingga harus menjalani karantina dan swab test.

Anggota Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Anggit Budiarto menjelaskan, buntut dari gegernya pemakaman membuat 9 orang wajib menjalani rapid test.

"Dari kasus di Desa Ngerangan, 9 orang sudah di-rapid test, 7 orang non reaktif, tapi dua orang reaktif,” jelasnya kepada TribunSolo.com, Kamis (11/6/2020).

Resmi Positif, PDP Bayat Klaten yang Meninggal Dunia Bertetangga dengan Pasien Covid-19 di Semarang

Warga Bayat Kecele Melayat Jenazah Covid-19, Pemkab Klaten Minta Masyarakat Jujur

Namun Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bayat, Supardiyono mengaku masih menunggu laporan resmi dari pihak berwenang pasca pelaksanaan rapid test di Desa Ngerangan.

“Kami belum bisa memastikan, soalnya tim belum menyampaikan laporan pastinya,” katanya.

Supardiyono mengatakan masih akan memantau perkembangan kasus ini.

"Masih, kami pantau perkembangan kasus ini," singkatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, beberapa orang  menjalani tes itu menyusul adanya pemakaman warga setempat, T (53) yang meninggal dunia di RS Wongsonegoro, Semarang, Rabu (3/6/2020) malam.

Selain T memiliki rumah di Ngerangan, tetapi T juga miliki rumah di Semarang.

Di kota tersebut, almarhum T dikenal masyarakat sebagai pedagang ayam.

Update Corona Solo 11 Juni : 6 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Positif, Tren Kesembuhan PDP Meningkat

BREAKING NEWS : Sehari Tambah 5 Kasus, Kini Warga Boyolali yang Positif Corona Tembus 40 Orang

Setelah pemakaman dilaksanakan, warga geger karena baru mengetahui informasi dari sopir ambulans RS T pasien positif Covid-19.

Keterlambatan informasi itu sempat membuat warga setempat sekitar 24 orang geger karena sebagian besar warga tak menggunakan masker dan tidak ada jaga jarak satu sama lain saat melayat.

Selain itu beberapa warga ada juga turut mengusung peti jenazah T dengan alat pelindung diri (APD) yang ala kadarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved