Solo KLB Corona

Tak Kuat Budget, 106 Hotel Melati di Solo Belum Siap Hadapi Protokol Kesehatan Menjelang New Normal

Hotel non berbintang masih kesulitan dan belum sempurna memenuhi protokol kesehatan menjelang penerapan new normal tersebut.

Tayang:
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
ILUSTRASI : Gedung-gedung tinggi di kawasan pusat bisnis di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2016). Kehancuran yang melanda bangunan tinggi di Taiwan akibat gempa bumi seharusnya menjadi pelajaran bagi Indonesia, terutama Jakarta dan kota-kota besar, yang banyak membangun gedung tinggi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pandemi Corona yang berlangsung beberapa bulan ini menghantam usaha perhotelan di Kota Solo.

Baik hotel berbintang maupun tidak (melati), semuanya terdampak lantaran tamu hotel menurun drastis tidak seperti biasanya.

Namun, pasca digulirkannya new normal pelan-pelan usaha perhotelan dilirik lagi oleh para tamu.

Sejumlah protokol kesehatan yang sifatnya rigid pun harus dipenuhi, dikarenakan pandemi belum juga usai.

New Normal, Hotel Berbintang di Solo Boleh Gelar Rapat & Resepsi Pasca Dihantam Pendemi Corona

Dua Minggu, Polres Wonogiri Cokok 6 Tersangka Narkoba, Terungkap Saat Parkir Mobil di Hotel

Untuk sekelas hotel berbintang dengan keuangan yang kuat, barangkali tak ada soal.

Masalah muncul pada hotel non berbintang dengan ongkos sewa harian kurang dari Rp 100 ribu.

Untuk menambal kerugian yang dialami bukan perkara mudah, apalagi untuk membeli perlengkapan kesehatan dan sebagainya.

Hal tersebutlah yang menjadi perhatian bagi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Ketua BPC PHRI Solo, Soewarno mengakui jika hotel non berbintang masih kesulitan dan belum sempurna memenuhi protokol kesehatan menjelang penerapan new normal tersebut.

Masih Pandemi Corona, 6 Pasangan Tak Resmi di Klaten Terciduk Ngamar di Hotel, 2 Remaja di Indekos

Sambut New Normal, Pengelola Hotel Solo Berharap Bisnis Kembali Bergeliat

"Biaya sewanya Rp 15 ribu, untuk beli termo guns hampir Rp 500 ribu, kalau kondisi seperti ini pasti kesulitan beli," katanya saat jumpa pers bersama Dinas Pariwisata di Hotel Harris Solo, pada Rabu (17/6/2020).

Ia pun masih kesulitan mencari jalan keluar agar hotel non berbintang tetap beroperasi dengan sekaligus memenuhi protokol kesehatan.

Adapun di Kota Bengawan tercatat ada 106 hotel tak berbintang atau kelas melati yang belum kuat menghadapi protokol kesehatan.

"Jujur, kami belum menemukan solusinya," kata dia.

"Tapi sebisa mungkin kita suruh melengkapi, setidaknya tempat cuci tangan," tegasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved