Berita Karanganyar Terbaru

Iming-Imingi Boneka Beruang Pink, Pelatih Tinju Asal Sragen Cabuli Gadis Dibawah Umur Hingga Hamil

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menyampaikan tindak pencabulan dilakukan di Alas Karet Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA
Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi bersama pelaku pencabulan di bawah umur berinisialisasi K saat jumpa pers di Mapolres Karanganyar, Senin (22/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Seorang guru olahraga atau pelatih tinju asal Sragen berinisial K (60) melakukan tindak pencabulan  terhadap seorang gadis dibawah umur berinisial ER (15).

Hal tersebut dilakukan pelaku selama kurang lebih satu tahun dan mengakibatkan korban kini hamil delapan bulan.

Fakta Terbaru Penyerangan Polisi Karanganyar : Pasca Aksi, Pengamanan Polres Diperketat

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menyampaikan tindak pencabulan dilakukan di Alas Karet Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

"Korban maupun tersangka merupakan warga berdomisili di Sragen, tersangka melakukannya di Alas Kerjo," terang Leganek, Senin (22/6/2020).

Respon Bupati Juliyatmono Apresiasi Langkah Cepat Polisi Lumpuhkan Penyerang Wakapolres Karanganyar

Awalnya, lanjut Leganek, pelaku berkenalan saat korban masih duduk di kelas 8.

"Awal kenalannya waktu zaman kelas 8, pelaku merupakan guru olahraga atau pelatih tinju," jelas dia.

"Mereka sering berlatih bersama, pelaku juga sering menjemput korban di rumahnya," tambahnya.

Pelaku dan korban melakukan latihan tinju selama dua kali seminggu, yakni pada hari Rabu dan Sabtu.

Penyerang Wakapolres Karanganyar Diduga Napiter Jaringan Bom Thamrin, Pakar Terorisme Beri Saran Ini

Pelaku melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan korban sebelum latihan berlangsung.

Guna memuluskan aksinya, pelaku sampai membujuk rayu korban dengan sejumlah iming-iming.

Diantaranya, boneka besar berwarna pink, kacamata, kaus, dan sepatu.

"Dengan bujuk rayu, sudah sering, itu dilakukan kurang lebih 1 tahun," tutur Leganek.

Aksi pelaku kemudian terendus seusai bentuk tubuh korban menunjukkan perubahan lantaran hamil 8 bulan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved