Berita Sragen Terbaru

Dampak Pandemi Corona Investasi di Sragen Lesu, Calon Investor Banyak Yang Stagnan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan di tengah pandemi Covid-19 memang nilai investasi di Kabupaten Sragen turun. Yuni menyampaika

KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati 

TRIBUNSOLO.COM - Adanya Pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada seluruh masyarakat Indonesia di berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi.

Tidak hanya bagi masyarakat, dampak Virus Corona juga berimbas pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, bidang investasi salah satunya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan di tengah pandemi Covid-19 memang nilai investasi di Kabupaten Sragen turun.

Jalani 15 Kali Swab Test, Kasus Covid-19 Pertama di Sragen Menangis Haru Pasca Dinyatakan Sembuh

Pemkab Sragen Fasilitasi Kebutuhan APD Bawaslu Sragen untuk Pilkada 2020

Yuni menyampaikan memang ada beberapa investor yang datang sebelum masa Covid-19 dan sudah melihat lahan-lahan yang dapat digunakan untuk investasi namun hingga kini stagnan.

"Sebenarnya sudah ada yang datang dan melihat lahan yang bisa untuk investasi, tapi ternyata setelah ada Covid-19 sampai hari ini stagnan belum ada tindak lanjut," kata Yuni usai meninjau pembangunan Sekolah Islam Al Azhar, Kamis (25/6/2020).

Beberapa investor yang hingga kini belum ada kepastian ini dikatakan Yuni berimbas pada target investasi Pemkab Sragen yang tidak bisa tercapai.

Dikatakan Yuni, pembangunan Sekolah Islam Al Azhar yang sudah dimulai tahun ini bisa menjadi subtitusi atau pengganti investor yang stagnan.

"Dari beberapa investor yang datang karena melihat situasi seperti ini ekonomi kita melambat, mungkin mereka berpikir ulang untuk melakukan investasi."

"Tapi kita bisa maklumi itu termasuk beberapa orang yang mau membuat rumah sakit juga di utara Bengawan itu juga sampai hari ini stagnan mengingat dengan kondisi ekonomi kita sekarang," terang Yuni.

Yuni menyampaikan ada dua investor yang ingin mendirikan rumah sakit di Utara Bengawan, kemudian investor di zona industri di Sambungmacan.

Zero Kasus Covid-19, Pemkab Wonogiri Tak Buru-buru Terapkan New Normal

Update PPDB SMA/SMK di Solo 2020, Wali Kota FX Rudy : Kewenangan Gubernur Jateng Ganjar

"Ada pabrik sepatu dan sebagainya yang semuanya berhenti prosesnya."

"Mereka kan mau investasi mereka beli tanah menyesuaikan dengan tata ruang dan sebagainya melihat kondisi seperti ini urung untuk membeli," lanjut Yuni.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, Tugiono membenarkan akan hal itu.

"Target investasi tahun 2020 adalah Rp 1,98 triliun sampai dengan saat ini tercapai Rp 372 miliar," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Lesunya Investasi Sragen, Bupati Yuni: Investor Hanya Lihat Tanah, Urung Membeli, https://jateng.tribunnews.com/2020/06/25/lesunya-investasi-sragen-bupati-yuni-investor-hanya-lihat-tanah-urung-membeli.
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Daniel Ari Purnomo

Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved