Breaking News:

Pilkada Sukoharjo 2020

KPU Sukoharjo Cocokkan Data Pemilih, Begini Caranya Jika Daerah yang Dikunjungi Masih Lockdown Lokal

Ada sebanya 1.775 PPDP dari KPU Sukoharjo bergerak untuk mencocokan data pemilih untuk pesta demokrasi Desember 2020 mendatang.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
ILUSTRASI : Petugas KPU Solo melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) pemutakhiran data pemilih untuk Pilkada 2020 dengan APD lengkap karena tengah pandemi, Sabtu (18/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.con, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tahapan Pilkada Sukoharjo 2020 tengah memasuki tahapan coklit.

Ada sebanya 1.775 PPDP dari KPU Sukoharjo bergerak untuk mencocokan data pemilih untuk pesta demokrasi Desember 2020 mendatang.

Namun tahapan coklit ini, dilakukan ditengah pandemi virus Corona.

Ditambah ada wilayah di Kabupaten Sukoharjo yang saat ini sedang menjalani karantina wilayah, seperti di salah satu RW di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari.

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1441 Hijriah Jatuh pada Jumat, Tanggal 31 Juli 2020

Buntut Bidan Puskesmas di Solo Terpapar Covid-19, 20 Orang di Klaten Bakal Jalani Rapid & Swab Test

Menurut Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, untuk wilayah yang melakukan karantina lokal, proses coklit dilakukan sedikit berbeda.

"Wilayah yang melakukan lockdown lokal, kita pastikan petugas PPDP dari warga setempat dulu," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (21/7/2020).

"Kemudian nanti akan dilakukan coklit on the table dulu, koordinasi dengan rt/rw mencocokan data," tambahnya.

Nuril mengatakan, untuk proses pencocokan data pemilih secara tatap muka, akan dilakukan setelah karantina lokal selesai.

"Jika karantinanya sudah selesai, baru PPDP bertemu pemilih, dan juga memastikan kalau ada data yang meragukan."

"Sehingga tahapan tetap berjalan, meski ada wilayah yang melakukan karantina wilayah," jelasnya.

Kepala Desa Majasto Rudi Hartono mengatakan, proses coklit di daerahnya yang melakukan karantina lokal sudah dilakukan.

"Untuk coklitnya sudah selesai," imbuhnya.

Antar 8.500 Buah Nanas dari Malang ke Kendal, Pria Ini Jadi Korban Orderan Fiktif, Rugi Rp 29 Juta

Saat Bupati Sukoharjo Wardoyo Mesra dengan Istrinya Etik yang Kini Nyalon Bupati di Pilkada 2020

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menghimbau agar petugas yang melakukan coklit tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Saat bekerja harus menggunakan APD, seperti masker, menerapkan protokol kesehatan, dan insya allah aman," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved