Virus Corona
Ahli Sebut Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test : Sudah Terbukti di Korea Selatan
Pada akhir Maret lalu, negeri ginseng tersebut adalah salah satu negara dengan kasus Covid-19 terbanyak.
TRIBUNSOLO.COM – Uji rapid test sampai saat ini masih jamak digunakan untuk mendeteksi corona lantaran pertimbangan harga dan kecepatannya.
Meski begitu, masih ada metode deteksi corona lain yang lebih akurat dan sama kilatnya dengan rapid test.
Itu disampaikan DR. Dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, metode tersebut bernama swab antigen.
Efektivitas swab antigen ini telah dibuktikan di Korea Selatan.
• Masih Covid-19, Pemkot Solo Tiadakan Malam Tirakatan Hari Kemerdekaan RI
• Liga 2 Bakal Digelar Tanpa Penonton di Tengah Pandemi Corona, Pasoepati Minta Ada Fasilias Streaming
Pada akhir Maret lalu, negeri ginseng tersebut adalah salah satu negara dengan kasus Covid-19 terbanyak.
Menggunakan swab antigen, Korea Selatan berhasil meredam penyebaran penyakit ini.
Langkah Korea Selatan pun diikuti oleh negara-negara lainnya.
Melihat hal tersebut, Erlina yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta periode 2017–2020 dan periode 2015–2017 berharap agar swab antigen bisa menjadi pilihan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Dia juga sepakat jika pemerintah menyediakan swab antigen ini di Indonesia.
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Prof Amin Soebandrio, juga sependapat dengan Erlina.
• Tak Mau Akui Kasus Virus Coronanya Lebih Banyak dari Indonesia, Filipina Sebut Manila Lebih Gencar
• Satgas Penanganan Covid-19 Ungkap Bakal Muncul Klaster Terminal, Begini Alasannya
Dia menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat dua macam tes untuk mengetahui apakah seseorang mengidap Covid-19.
Pertama adalah tes kilat antibodi yang belakangan dikenal dengan rapid tes, sedangkan kedua adalah tes swab.
Tes swab dilakukan dengan cara mengambil sampel pada bagian hidung atau tenggorokan.
Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk ditemukan tanda-tanda materi genetika virus.
Selanjutnya, dilakukan tes diagnostis menggunakan sampel atau swab untuk dianalisis di laboratorium memakai polymerase chain reaction ( PCR), yang bisa diandalkan akurasinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/petugas-medis-dinas-kesehatan-kota-bogor-melakuk.jpg)