Breaking News:

Solo KLB Corona

3.310 Orang Terjaring Tak Pakai Masker Selama Pandemi di Klaten, Satpol PP : Pelanggar Berkilah Lupa

Jumlah warga yang terjaring razia di Kabupaten Klaten karena tak mengenakan masker mencapai 3.310 orang.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Satpol-PP sedang menilang warga yang tidak memakai masker di Persimpangan Bramen, Klaten, Rabu (1/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Jumlah warga yang terjaring razia di Kabupaten Klaten karena tak mengenakan masker mencapai 3.310 orang.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, segera membuat sanksi baru bagi warga yang nekat tak memakai masker di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten, Rabiman kepada TribunSolo.com, Selasa (11/8/2020).

Pemerintah Akan Beri Bantuan Rp 600 Ribu, Dinas Tenaga Kerja Klaten Kebanjiran Pertanyaan dari Buruh

Nestapa Ayah & Anak yang Sama-sama Dokter di Solo Positif Corona, Tapi Sang Ayah Akhirnya Meninggal

"Hingga awal pekan ini, jumlah warga yang terjaring razia karena tak pakai masker mencapai 3310 orang," kata dia.

Rabiman mengatakan jumlah pelanggar tak memakai masker tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Klaten.

Lebih lanjut Rabiman mengatakan para pelanggar mengaku tak membawa masker karena lupa.

"Rata-rata para pelanggar berasal dari berbagai daerah, dan mereka mengaku tak bawa masker dengan alasan lupa," ujar Rabiman.

Dikatakan, Pemkab berkomitmen akan terus melaksanakan merazia warga yang tak memakai masker saat keluar rumah.

Ia menambahkan pihaknya bersama-sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkab Klaten juga baru merumuskan sanksi baru.

Kapolda Jateng Ahmad Luthfi Ultimatum Pelaku Penyerangan di Solo yang Belum Tertangkap Terus Dikejar

Wali Kota Solo Rudy Minta Insiden Penyerangan di Pasar Kliwon Tak Terulang Lagi,Ini Pesan Lengkapnya

Rabiman mengatakan sanksi baru itu untuk mendisiplinkan warga agar taat gunakan masker.

"Saat ini kami masih merumuskan kira-kira sanksi baru apa yang pas diterapkan," terang dia. 

"Selain sanksi berupa penyitaan KTP sementara waktu bagi pelanggar, ada rumusan sanksi lain," jelas Rabiman. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved