Breaking News:

Penyerangan Acara Pernikahan di Solo

Kapolda Jateng Ahmad Luthfi Ultimatum Pelaku Penyerangan di Solo yang Belum Tertangkap Terus Dikejar

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada ruang untuk kelompok intoleran.

TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat konferensi pers terkait penyerangan di Pasar Kliwon Solo, Selasa (11/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada ruang untuk kelompok intoleran.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya sudah memberikan perintah pada jajaran Polresta/Polres yang ada di bawah wilayah Polda Jateng.

Dikatakan, tidak ada ruang bagi aksi intoleran di wilayah Jateng.

Wali Kota Solo Rudy Minta Insiden Penyerangan di Pasar Kliwon Tak Terulang Lagi,Ini Pesan Lengkapnya

Ada 30 Ribu Warga Belum Rekam Data e-KTP, Dispendukcapil Klaten Geber Program Pelaut Bala,Apa itu?

"Polri akan tetap melakukan pengejaran kepada para pelaku kelompok intoleran," tegas dia saat konferensi pers terkait ditangkapnya sejumlah pelaku di Mapolresta Solo, Selasa (11/8/2020).

Polisi sudah mengamankan lima pelaku penyerangan keluarga Umar Assegaf di kawasan Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Dari lima pelaku empat diantaranya sudah berstatus tersangka.

Sementara, satu masih pendalaman peran.

Lima orang yang diamankan berinisial BD, MM, MS, ML, dan RN.

"Kita tidak akan berikan ruang pada aksi intoleran," papar dia.

Pemkab Klaten Bolehkan Warganya Gelar Malam Tirakatan HUT ke-75 RI di Tengah Pandemi, Ini Syaratnya

Inilah Penampakan Penyerang Keluarga Umar Assegaf di Pasar Kliwon Solo, Ada yang Melempar & Memukul

Sampai saat ini petugas masih melakukan aksi pengejaran pada terduga pelaku lainnya.

Dia bahkan menyatakan sudah mengantongi nama dari pelaku ini dan mereka diminta untuk segera menyerahkan diri.

Adapun barang bukti yang diamankan kayu, batu, motor dan mobil.

Dia menambahkan, para pelaku dikenakan Pasal 160 KUHP dan Pasal 335 KUHP tentang penghasutan untuk bertindak pidana kekerasan serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. 

"Dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," papar dia. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved