Cucu Jokowi

Ini Makna Nama Panembahan Sang Cucu Baru Jokowi, Setara Shogun di Jepang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini telah dianugerahi cucu keempat yang lahir pada Senin (3/8/2020). Dosen Fakuktas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Mar

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
Instagram/bobbynst
Kahiyang Ayu, Bobby Nasution, Sedah Mirah dan si bungsu yang baru lahir. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini telah dianugerahi cucu keempat yang lahir pada Senin (3/8/2020).

Ya, cucu keempat itu oleh orang tuanya, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution dinamakan Panembahan Al Nahyan Nasution.

Menilik unsur budaya, nama tersebut menggabungkan setidaknya tiga unsur kultur Jawa, Arab, dan Mandailing.

Dosen Fakuktas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, Tundjung W Sutirto menjelaskan kata 'panembahan' yang tersemat di nama itu berasal dari kata manembah.

"Panembahan itu dari kata manembah atau orang disembah di dalam kerajaan, kasultanan, kasunanan di Indonesia," jelas Tundjung kepada TribunSolo.com, Rabu (12/8/2020).

"Itu digunakan untuk gelar seseorang yang posisinya berada di bawah sultan atau sunan," tambahnya.

Tanggapi Aksi Penyerangan di Pasar Kliwon Solo, Habib Syech: Kita Serahkan ke Pihak Kepolisian

Laju Gibran Makin Mulus, Bawaslu akan Verifikasi Berkas Paslon Bajo yang Diduga Palsukan Dukungan

Terima Restu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Putra Jokowi Gibran : Amanah Memenangkan Pilkada Solo

Kapolda Jateng Beberkan Peran Sejumlah Pelaku Penyerangan Keluarga Umar Assegaf di Pasar Kliwon Solo

Semisal menilik budaya atau historis Jepang, lanjut Tundjung, panembahan itu setara dengan Shogun.

Negeri sakura itu sempat periode pemerintahan ke-shogunan atau bakufu di medio sekira tahun 1603 sampai 1868.

"Panembahan setara dengan shogun di Jepang," ujar Tundjung.

"Selain itu, gelar Panembahan dipakai di kerajaan Jawa, Madura, dan Kalimantan," imbuhnya.

Dituturkan Tundjung, nama panembahan bermakna orang yang disembah.

"Intinya sebagai panembahan harapannya sebagai orang yang disembah," tutur dia.

"Itu karena panembahan itu yang secara biologis dan psikologis itu sudah berada pada usia yang cukup," jelasnya.

Sementara itu, kata 'Al Nahyan', tutur Tundjung, berasal dari bahasa Arab yang berarti bijak.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved