HUT ke 75 Kemerdekaan RI
Kisah Mereka yang Dulu Berjibaku dengan Senjata dan Bom, Kini Telah Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kini Paimin hidup tentram bersama istri dan 4 orang anak di kampung halamannya Sragen, dan memiliki usaha peternakan ikan.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Banyak kisah sukses eks narapidana terorisme (napiter) yang dahulunya berjibaku dengan paham radikal hingga tak asing dengan senjata dan bom, kini berubah total dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Ya, di antaranya ada sosok Paimin dan Priyatmo alias Mamo.
Sepak terjang Paimin tak asing, karena terekam sempat terseret kasus terorisme karena terdoktrin dalam pengajian radikal.
Bahkan Priyatmo alias Mamo terjerat kasus kepemilikan senjata yang diselundupkan dari Filipina ke Indonesia melalui Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur pada 2011 guna mempersenjatai tentara teroris di Indonesia kala itu.
Kini Paimin hidup tentram bersama istri dan 4 orang anak di kampung halamannya Desa Maron, Kelurahan Karanganyar, Sambung Macan, Sragen, dan memiliki usaha peternakan ikan.
• Nasib Pengurus PAN Solo yang Mundur Gegara Tolak Intruksi Zulkifli Hasan Dukung Gibran Anak Jokowi
• Dulu Berjuang Demi Kemerdekaan RI, Kini Kakek 87 Tahun Rela Jual Mainan di UNS untuk Sambung Hidup
"Alhamdulillah sekarang saya bisa kembali menjadi rakyat dan Alhamdulillah juga saya di support oleh masyarakat sekitar kanan kiri (rumah) saya," aku dia saat acara Ngopi Bareng bersama eks napiter di Kabupaten Klaten, Minggu (16/8/2020).
"Sampai saya bisa jalankan satu wadah kelompok Peduli Lingkungan Sekitar (PLS) yang kini sudah berjalan empat bulan sukses dan sekarang sudah pada tahapan dinas setempat mau masuk untuk ikut bantu saya," terang Paimin.
Paimin menerangkan bahwa harapannya, dirinya ingin kegiatan binaannya semakin maju dan bisa membantu sektor perekonomian di lingkungan tempat tinggal saya.
Begitu juga dengan Priyatmo yang kini telah memiliki usaha sendiri melalui program PopWarung dan berbagai usaha lainnya yang berlokasi di Jenawi, Karanganyar.
Selain itu, ada eks Napiter lain yaitu Ustadz Slamet yang kini dipercaya menjabat sebagai mudir dari Pondok Pesantren Baitul Salam.
Keberhasilan para eks Napiter diatas dalam membuka kembali lembaran baru kehidupannya sebagai masyarakat yang lebih baik, hanya beberapa contoh saja dari seluruh keberhasilan program pembinaan yang telah dilakukan BIN.
Deputi VII Badan Inteligensi Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menjelaskan, menghadapi radikalisme terhadap pelaku terorisme, BIN memiliki cara jitu dan sukses membawa perubahan.
Tujuannya untuk membuat pelaku terorisme menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan bagi NKRI.
"Setelah kita bicara panjang lebar, melakukan pendekatan karena tak kenal maka tak sayang, ternyata para Eks Napiter ini baik-baik, ada kesepahaman yang bisa dijalin dan mau kembali ke Ibu Pertiwi, tidak lupa jalan kembali, kemarin itu hanya khilaf," jelas dia.