Berita Klaten Terbaru
Bertahan dari Jeratan Pandemi, Warga Satu RT di Klaten Buat Badan Angkringan Bersama
Semua makanan yang ditawarkan disana berasal warga RT 01 sendiri, dan hasilnya untuk seluruh warga RT 01 sendiri.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Dalam waktu satu bulan bisa memberikan pemasukan bagi kas RT sekitar Rp 1,2 juta sehingga sampai saat ini sudah terkumpul Rp 2,4 juta.
Mereka menargetkan pada bulan ketiga sudah balik modal, sehingga pemasukan untuk kas RT terus mengalami peningkatan.
“Tentunya dengan kehadiran BUM RT dengan unit usaha angkringan ini menjadikan warga RT 01 semakin mandiri, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan di tingkat RT, jadi tidak terlalu mengharapkan sumbangan kalau ada apa-apa,” jelasnya.
Angkringan yang buka mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB di tengah kampung.
• Geger Video Anjing Dikubur Hidup-hidup karena Dikira Leak, Polisi Ungkap Ternyata Anjing Peliharaan
• Daftar Mobil Bekas Hatchback Harga Mulai Rp 50 Jutaan, Bisa Dapat Ford Fiesta hingga Datsun Go
Warga dilibatkan dalam pengelolaan angkringan.
Mulai dari yang menjaga angkringan sampai penyediaan berbagai menunya.
Mulai nasi belut, nasi ayam, nasi langgi, wedang tape, wedang jahe hingga aneka gorengan juga buatan warga.
“Ada 30 orang di RT 01 tetapi untuk pembuatan menunya kita bagi sehingga bervariasi, harganya mulai dari Rp 1.000 untuk gorengannya dan nasi bungkus sekitar Rp 2.500 per bungkus, untuk minumannya sekitar Rp 3.000-Rp 4.000 per gelas, jadi tidak ada warga yang menganggur,” jelas Suminto.
Sementara itu, salah satu warga setempat, Yadi Supardi (59) mengapresiasi dengan muncul BUM RT di sekitar tempat tinggalnya.
Ia menambahkan kegiatan selain menambah pundi-pundi uang tambahan, juga bisa mempererat antar warga.
"Selain ada pemasukan untuk kas RT, dapat memperat kerukunan warga di RT kami," singkat Yadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/situasi-angkringan-siji-yang-dikelola-bum-rt-01-rw-13-gunungan-baru.jpg)