Breaking News:

Solo KLB Corona

Meski Ibu Kota Jakarta PSBB, Kampung Halaman Jokowi di Solo Tetap New Normal Tapi dengan Pengetatan

Namun Rudy sendiri terus mewanti-wanti masyarakat Solo agar tak kendor melaksanakan protokol kesehatan Corona.

YouTube/Sambernyawa TV
ILUSTRASI SEBELUM CORONA : Presiden RI Jokowi, bersama Jan Ethes, saat nonton Persis Solo vs Persib Bandung di Stadion Manahan Solo, Sabtu (15/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang terjadi di Ibu Kota Jakarta.

Adapun PSBB di Ibu Kota tersebut sudah diputuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan tidak ada kata PSBB seperti di Jakarta di tengah berlangsungnya new normal yang sudah dilaksanakan beberapa bulan ini.

"PSBB tidak perlu," tegas Rudy sapaan akrabnya kepada TribunSolo.com, Jumat (11/9/2020).

Ogah Tiru Gubernur DKI Anies Baswedan, Wali Kota Solo FX Rudy : PSBB Tak Perlu, Ekonomi Bisa Mati

Politisi PDIP Sentil Anies Baswedan Jika Pernyataan yang Dibuatnya Soal PSBB Total Bikin Anjlok ISHG

Menurut orang nomor satu di kampung halaman Presiden Jokowi itu, dirinya mempunyai alasan khusus mengapa enggan menerapkan PSBB meski resiko penularan Covid-19 akhir-akhir ini kembali meroket.

Warga terjaring razia karena tak pakai masker di kawasan Stadion Manahan, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (11/9/2020)
Warga terjaring razia karena tak pakai masker di kawasan Stadion Manahan, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (11/9/2020) (TribunSolo.com/Ilham Oktafian)

"Ekonomi kita bergeliat terus, kalau kita PSBB ekonomi kita mati," jelas dia dengan tegas.

Namun Rudy sendiri terus mewanti-wanti masyarakat Solo agar tak kendor melaksanakan protokol kesehatan Corona.

"Kemarin saya ke pasar untuk mengingatkan menggunakan masker, kalau ada pembeli tidak pakai masker suruh balik atau suruh pakai maskernya dulu," tambahnya.

"Kalau para pedagang tidak mau menegur yang rugi siapa? Yang rugi pedagang, makanya saling mengingtkan," harap dia.

Halaman
123
Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved