Di Balik Popularitas Fried Chicken Ada Sejarah Kelam tentang Praktik Perbudakan, Begini Kisahnya

Popularitas ayam goreng tepung tak luput dari restoran cepat saji asal AS yang mampu berekspansi hampir ke seluruh negara.

Editor: Hanang Yuwono
businessinsider.com
Ilustrasi Fried chicken 

TRIBUNSOLO.COM - Bicara salah satu makanan yang populer di dunia, ada fried chicken atau yang lebih kita kenal dengan ayam goreng tepung.

Menilik asal usulnya, ayam goreng tepung berasal dari Amerika Serikat (AS).

Popularitas ayam goreng tepung tak luput dari restoran cepat saji asal AS yang mampu berekspansi hampir ke seluruh negara. 

Begini Cara Dapat Bansos Rp 500 Ribu per KK, Cek Juga Apakah Anda Termasuk Penerima Bantuan

Inilah 7 Rekomendasi Ayam Goreng Enak di Solo, Termasuk Jadi Favorit Keluarga Presiden Jokowi

Dibalik sepotong  fried chicken memiliki sejarah panjang dan kelam. 

Fried chicken
Fried chicken (businessinsider.com)

Sejarah fried chicken

Sejarah fried chicken tak lepas dari ras dan eksploitasi budak kulit hitam di AS.

Menurut penulis Amerika bernama John T. Edge dan Psyche Williams-Forson, melansir dari The Atlantic, asal muasal fried chicken tidak diketahui pasti apakah berasal dari budak Afrika atau orang Selatan keturunan Eropa.

Diketahui bahwa orang Afrika Barat memiliki tradisi menggoreng makanan dengan minyak panas. Sementara fried chicken seperti yang kita kenal sekarang berasal dari AS bagian selatan.

Melansir Eater, setidaknya selama 150 tahun, orang telah memasak dan menjual fried chicken di AS.

Paling awal dilakukan oleh wanita berkulit hitam, yang baru dibebaskan dari perbudakan setelah Emancipation Proclamation pada 1863.

Mereka manggunakan keahlian menggoreng ayam itu sebagai modal usaha untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya.

Sebab saat itu tak banyak pekerjaan bagi orang berkulit hitam yang bebas dari perbudakan. 

Dari pertengahan abad ke-18 hingga Emancipation Proclamation, hidangan seperti fried chicken bisa dibilang sebagai spesialisasi juru masak orang berkulit hitam yang diperbudak. 

Mereka menggabungkan tradisi kuliner Afrika Barat dengan tradisi penduduk asli Amerika Utara dan penjajah Eropa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved