Mengenal Penyebab dan Gejala Alergi Terhadap Makanan, Perlu Diketahui Sebelum Terlambat
Hal ini biasanya terjadi karena memiliki alergi tertentu atau memang kurang begitu suka dengan jenis makanannya.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Obat hanya dapat mengurai gejala alergi yang timbul.
Cara yang paling ideal adalah mengetahui dengan persis pemicu alergi dan menhindarinya. Namun, hal ini tidak selalu dapat dicapai.
Oleh karena itu, orang yang memiliki alergi perlu memilih obat untuk meredakan gejala yang ditimbulkan alergi dengan tepat.
Jika reaksi yang ditumbulkan oleh alergi cukup parah, seperti kondisi yang semakin memburuk dengan cepat, sulit bernapas, ruam yang sangat luas, atau tidak sadarkan diri, maka sebaiknya segera menghubungi dokter atau rumah sakit.
Sementara, reaksi alergi yang ringan bisa diatasi dengan obat-obatan tertentu yang mengandung loratadin, cetirizine, atau fexofenadine.
Obat alergi tersebut adalah anti-alergi yang tidak menyebabkan kantuk dan bisa digunakan untuk jangka panjang.
Loratadin dan cetirizine dimakan sehari sekali dan bisa bertahap sampai 24 jam. Tapi, cetirizine tidak disarankan untuk ibu hamil.
Dosin loratadin untuk mengobati alergi, yakni:
- Anak 2-6 tahun: 5 mg per hari
- Anak di atas 6 tahun dan dewasa: 10 mg per hari
Sementara, reaksi alergi yang timbul pada kuit bisa diatasi dengan mengoleskan krim yang mengandung hydrocortisone.
Sedangkan, ruam yang kecil bisa diatasi dengan kompres dingin atau es guna mengurangi gatal.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-perut-mual2.jpg)