Berita Gunung Merapi
Gunung Merapi Siaga, Polres Klaten Siagakan 420 Personel : Tidak Ingin Ada Klaster Baru
Sebanyak 420 personel kepolisian disiagakan untuk membantu penanganan bencana alam Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Klaten.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Sebanyak 420 personel kepolisian disiagakan untuk membantu penanganan bencana alam Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Klaten.
Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
"Polres Klaten mengerahkan 420 anggota, bersama relawan dan TNI dalam penanganan bencana alam Gunung Merapi,"kata Luthfi, Rabu (11/11/2020).
Selain itu, Luthi menuturkan seluruh masyarakat yang berada pengungsian bakal diutamakan dalam penanganan kesehatan.
Itu dilakukan supaya mencegah munculnya klaster baru Covid-19 yang berasal dari lokasi pengungsian.
Baca juga: Ada Truk yang Nekad Ambil Pasir saat Merapi Siaga, Kades Balerante Tak Bisa Cegah Karena Hal Ini
Baca juga: Status Merapi Sudah Siaga Tapi Masih Ada Truk Galian Lalu Lalang, Kades Balerante: Ini Dilematis
"Dalam pengungsian ini, kami sangat mengutamakan kesehatan masyarakat di sini, kami tidak ingin muncul klaster baru dari pengungsian," ucap Luthfi.
Luthfi menegaskan Polri bersama TNI siap membantu relawan yang sudah tahu persis lokasi ini.
"Dalam metode pengungsian ini tetap menggunakan kearifan lokal, kami bersama TNI akan melibatkan masyarakat lokal untuk menjadi relawan-relawan yang sangat paham dengan medan disini," ujar Luthfi.
Dalam pengecekan tempat pengungsian di Kantor Desa Balerante, Polda Jateng juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada para pengungsi.
Selain kunjungannya di Desa Balerante, Kapolda Jateng juga mengunjungi tempat pengungsian di Desa Tlogolele, Boyolali dan Desa Banyurojo, Kabupaten Magelang.
Warga Tlogolele Tolak Uji Swab
Sementara itu, rencana swab test massal yang menyasar pengungsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali batal, Selasa (10/11/2020).
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, batalnya swab test bagi warga lereng Merapi itu karena mendapat penolakan ramai-ramai.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina membenarkan adanya pengunduran jadwal swab untuk warga Desa Tlogolele.
Baca juga: Guru Besar Unpad Ungkap Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Relawan: Tak Ada yang Sampai Masuk RS
Baca juga: Ngaku Jadi Petugas Covid-19, Debt Collector Ini Pakai Masker TNI-Polri & Plat Nomor Cantik H-444-US
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kapolda-jawa-tengah-irjen-pol-ahmad-luthfi-tinjau-desa-balerante.jpg)