Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Mengenal Punden Bancolono di Tawangmangu, Tempat Bertapa Raja Brawijaya V Hingga Petinggi Negeri

Punden Bancolono yang terletak di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangamangu, Kabupaten Karanganyar.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin
Salah satu ruangan di Punden Bancolono Karanganyar, Sabtu (14/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Punden Bancolono yang terletak di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangamangu, Kabupaten Karanganyar.

Ternyata sangatlah fenomenal dan mendapat perhatian dari masyarakat biasa hingga pejabat pusat.

Menurut sang juru kunci, Best, Punden Bancolono juga menjadi tempat pertapaan sejak zaman kerajaan pra-kemerdekaan.

"Raja Brawijaya V dahulu sering bertapa disini," kata Best kepada TribunSolo pada Sabtu (14/11/2020).

Baca juga: Targetkan 77,5 Persen Pemilih, Begini Langkah KPU Sukoharjo Jamin Pilkada Tetap Aman

Baca juga: 2 Orang Pendaftar Lolos CPNS di Sukoharjo Mundur, di Antaranya karena Ingin Fokus Program Kehamilan

Baca juga: Hoax, Bangsal Isolasi Pasien Covid-19 di Solo Overload, Direktur RSUD dr Moewardi : Masih Ada 60 Bed

Baca juga: Wali Kota Solo FX Rudy Khawatir, RUU Larangan Minuman Beralkohol Bakal Rontokkan Dunia Pariwisata

Sehingga tidak heran di setiap era pemerintahan selalu ada pejabat yang berkunjung.

Diantaranya Ir.Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Bibit Waluyo.

"Hampir setiap pemimpin pernah datang, cuma mereka diam-diam,"jelas Mas Best.

Adapun di era Joko Widodo, belum pernah datang namun mengirim utusan ke Punden Bancolono.

"Pak Jokowi mengirim ajudannya kesini," kata Best.

Di Punden Bancolono terdapat tiga ruangan, Sendang Lanang, Sendang Wedok dan juga ruang bertapa.

"Sendang Lanang untuk pemandian tamu putra, Sendang Wedok untuk pemandian putri, dan ruang bertapa di akhir,"kata Best.

Salah satu ruangan di Punden Bancolono Karanganyar, Sabtu (14/11/2020)
Salah satu ruangan di Punden Bancolono Karanganyar, Sabtu (14/11/2020) (TribunSolo.com/ Muhammad Irfan Al Amin)

Asal Usul Punden Bancolono

Sekelumit kisah menyelimuti keberadaan Punden Bancolono yang terkenal sakral.

Setidaknya ada 3 punden yang berdiri di Desa Gondosuli, Tawangamangu, Karanganyar itu.

Lokasinya yang berada di Lereng Gunung Lawu menambah kesan mistik.

Tak jarang, warga dari berbagai daerah sering datang untuk berdoa di Punden Bancolono. 

Menurut sang juru kunci, Best, makna Bancolono diambil dari kata Bahasa Jawa, Kurbano Uculono. 

"Artinya apa yang jadi beban manusia dan apa yang menjadi masalah manusia dilepas di situ," kata Best kepada TribunSolo pada Sabtu (14/11/2020). 

Selain itu, nama Bancolono konon diambil dari seorang tokoh di masa pemerintahan Raden Brawijaya V. 

"Raden Bancolono itu senopati dari Raden Brawijaya V," kata Best.

Bancolono sendiri diyakini merupakan murid kesayangan dari Eyang Lawu.

"Kesaktiannya yang paling tinggi dibanding murid-murid Eyang lainnya," kata Best

Keberadaan punden yang dikenal sakral rupanya tak dibenarkan untuk melakukan ritual pesugihan.

Mas Best menekankan jika Punden Bancolono, bukanlah tempat berbuat aneh aneh seperti yang selama ini orang-orang sangka. 

"Di punden semua orang bertapa sembari melakukan ibadah sesuai dengan tuntunan agama masing-masing," jelas Best (*)

Baca juga: Suguhkan Pemandangan Alam dan Hewan Langka, Jembatan Bancolono Jadi Wisata Hits di Karanganyar

Baca juga: Bikin Miris, Objek Wisata Jembatan Bancolono yang Lagi Naik Daun Dipenuhi Coretan Vandalisme

Baca juga: Cerita Pemuda Karanganyar : Kenalkan Potensi Wisata di Medsos, Eksplor Spot Baru yang Tersembunyi

 

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved