Berita Klaten Baru
Kabar Baik dari Klaten : 76 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Meski Ada Penambahan 33 Kasus Positif
ak hanya ledakan kasus positif, tetapi tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Klaten juga meroket drastis, Sabtu (21/11/2020).
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Tak hanya ledakan kasus positif, tetapi tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Klaten juga meroket drastis, Sabtu (21/11/2020).
Dalam sehari, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten mengumumkan 76 kasus kesembuhan Covid-19.
Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo menjelaskan, 76 pasien sembuh berasal dari 15 kecamatan di Kabupaten Klaten
Yakni di Cawas, Wonosari, Delanggu, Karanganom, Juwiring, Bayat, Pedan, Kecamatan Jatinom, Klaten Utara, Kalikotes, Manisrenggo, Klaten Tengah, Ceper, Ngawen dan Klaten Selatan.
Baca juga: Pemprov Jateng Naikkan UMP 2021, Plt Bupati Sragen : Dilihat Dulu Pertumbuhan & Inflasi di Solo Raya
Baca juga: Rumah Warga di Ngargoyoso Karanganyar Ambrol, Tertimpa Meterial Longsor Pasca Hujan Deras
Pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh hari ini masing-masing berasal dari Kecamatan Cawas 2 kasus, kemudian di Kecamatan Wonosari 1 kasus.
Lanjut di Kecamatan Delanggu 1 kasus, dari Kecamatan Karanganom 5 kasus, dari Kecamatan Juwiring 1 kasus.
"Pasien sembuh berikutnya dari Kecamatan Bayat 8 kasus, lalu Kecamatan Pedan 10 kasus, kemudian Kecamatan Jatinom 4 kasus," lanjutnya kepada TribunSolo.com.
Kemudian dari Kecamatan Klaten Utara 1 kasus, dari Kecamatan Kalikotes 1 kasus, dari Kecamatan Manisrenggo 2 kasus.
Pasien sembuh selanjutnya dari Kecamatan Klaten Tengah 2 kasus, dari Kecamatan Ceper 2 kasus, dari Kecamatan Ngawen 33 kasus serta Kecamatandari Klaten Selatan 3 kasus.
"Pasien sembuh hari ini seluruhnya telah menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri dibawah pengawasan tim medis," kata Cahyono.
Selain 76 pasien Covid-19 di Kabupaten Klaten dinyatakan sembuh, Cahyono juga menjelaskan ada 33 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, serta 4 orang meninggal dunia.
“33 kasus terkonfirmasi positif baru dan 4 orang meninggal dunia, dari 4 orang meninggal dunia ini," jelasnya.
"3 kasus diantaranya termasuk kasus konfirmasi baru hari ini, dan lainnya adalah pasien terkonfirmasi yang sebelumnya telah menjalani perawatan," terang dia.
Dengan status Covid-19 terjadi perubahan, sehingga jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi Covid-19 di Klaten menjadi 1.498 orang.
Sebanyak 326 orang menjalani perawatan di rumah sakit/melakukan isolasi mandiri, 1.117 orang sembuh dan 55 orang meninggal dunia.
Kampus ISI Solo Lockdwon
Imbas dua orang tenaga pendidikan terkonfirmasi positif Covid-19, kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo lockdown, sejak Sabtu (21/11/2020).
Dari pantauan TribunSolo.com, akses masuk kompleks Gedung Rektorat ISI Solo ditutup.
Pada sebagian titik terpampang spanduk bertuliskan 'Perhatian Pehatian Untuk Sementara Yang Tidak Berkepentingan Dilarang Masuk Kampus (Selama KLB Corona)'.
Sejumlah petugas keamanan berjaga di pos dekat gerbang masuk ISI Solo.
Baca juga: Kampanyekan Protokol Kesehatan, Satgas Gandeng PKK dalam Pencegahan Covid-19 di Masyarakat
Baca juga: Gagal Nyalip Honda Scoopy, Pengendara Yamaha MX Asal Solo Tewas Pasca Tabrak Pohon di Sragen
Humas ISI Solo, Esha Karwinarno mengatakan kedua tenaga pendidikan tersebut yakni teknisi yang berasal dari Boyolali dan tenaga administrasi dari Semanggi Solo.
Esha mengatakan kedua tenaga pendidikan tersebut kini telah dirujuk ke rumah sakit rujukan.
"Teknisi masuk ke rumah sakitnya hari ini sementara tenaga administrasi dirujuk ke rumah sakit kemarin malam," katanya kepada TribunSolo.com.
Esha menuturkan kedua tenaga pendidikan tersebut tidak ada riwayat berpergian ke luar kota.
"Mungkin kontak dengan orang di sekitar tempat tinggalnya," tuturnya.
Selain itu, Esha mengungkapkan kedua tenaga pendidikan itu sudah beberapa hari tidak masuk.
"Itu karena kita pakai sistem oglangan ada yang work from office dan work from house," ungkapnya.
Pihak ISI Solo, lanjut Esha, akan segera mendata kontak erat dan dekat kedua tenaga pendidikan.
"Yang kontak wajib rapid test, kalau hasilnya reaktif nanti langsung uji swab," ucapnya.
"Satu lantai sudah diminta isolasi mandiri," tandasnya.
Dia menambahkan, dengan adanya kasus itu maka kampus melakukan lockdown terhitung sejak 21 sampai 28 November 2020 guna memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Sudah dibuat pemberitahuan," terang dia.
Pemkot Pusing
Beberapa waktu lalu kasus Covid-19 sempat melonjak 106 orang, kini sehari ada 100 orang dinyatakan positif.
Ketua Pelaksana Harian Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani tak merinci 100 kasus tersebut datang dari kelurahan mana saja.
Dikatakan, Pemkot Solo pun dibuat pusing atas penambahan fantastis tersebut.
"Sudah merata, satu Solo semua," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (20/11/2020).
Baca juga: Beredar Pesan WA Berantai Anggota Kepolisian di Solo Tertular Covid-19, Ini Penjelasan Gugus Tugas
Baca juga: Kemenang Bakal Perketat Protokol Kesehatan Umrah Usai Ada Jemaah yang Positif Covid-19 di Arab Saudi
"Semua klaster, semua tracing masuk semua," imbuhnya menegaskan.
Ahyani yang juga Sekda Pemkot Solo pun tak memberberkan dominasi penambahan dari 100 kasus tersebut.
"Semuanya sudah rata," tegasnya.
Pemkot Solo pun tak berhenti mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Mengingat potensi penularan sudah semakin masif.
"Masyarakat kalau peduli, ya jaga kesehatan," imbau dia.
"Saat ini sudah tidak bisa disebut klaster lagi, hampir semua kelurahan ada," tegasnya.
Adapun penambahan 100 kasus tersebut, membuat angka kumulatif pasien positif di Kota Solo menembus angka 1919 kasus.
Rinciannya, 1.075 orang dinyatakan sembuh, 589 orang menjalani karantina, 168 orang tengah dirawat dan 87 orang dinyatakan meninggal dunia.
Tambahan 106 Kasus
Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Solo melonjak per Minggu (15/11/2020).
Setidaknya ada 106 kasus tambahan tercatat pada hari ini.
Ketua Pelaksana Harian Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan, klaster keluarga mendominasi dalam penambahan kasus tersebut.
Baca juga: Ormas Banteng Lawu Tegaskan Tak Ada Afiliasi Partai Politik: Siapa Saja Boleh Gabung
Baca juga: Kalimat Ucapan Selamat Malam dari 20 Bahasa Dunia, Mulai dari Bahasa Prancis hingga Korea
Mayoritas kasus tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan orang tanpa gejala (OTG).
"Hasil tracing ada 81 itu dari 34 indeks kasus berbuntut, kemudian ada suspek naik kelas sebanyak 19 dan swab mandiri ada 6," kata Ahyani.
Ahyani tidak menampik tambahan kasus hari ini merupakan yang terbanyak selama 8 bulan terakhir ini.
Itu terhitung sejak penerapan status kejadian luar biasa (KLB) per 13 Maret 2020.
"Ini terbanyak selama 8 bulan terakhir, dua kali lipat. Kebanyakan OTG, yang paling dikhawatirkan suspek," ucap Ahyani.
Dengan meroketnya kasus Covid-19, Pemkot Solo kembali mewacanakan pengaktifan kembali rumah karantina Dalem Priyosuhartan dan Joyokusuman.
Pengaktifan itu juga untuk meringankan tugas tenaga kesehatan dalam merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
"Karena kalau rumah sakit merawat OTG kasihan tenaga medisnya," tuturnya.
Bila merunut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi ke-5, OTG diberi pilihan untuk menjalani karantina mandiri atau dirawat di rumah sakit.
"Kalau dirawat di rumah sakit, kita upayakan sampai negatif," ucapnya.
Guna menambah tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19, Pemkot Solo kini telah membuka rekrutmen tenaga pendukung.
"Kita beri imbalan sesuai dengan aturan, surat keputusannya baru diinvertaris," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/petugas-uji-klinis-vaksin-covid-19-mengenakan-apd.jpg)