Berita Boyolali Terbaru
Viral Postingan Pendaki Naik ke Puncak Merapi saat Status Siaga, BPBD Boyolali Sebut Tak Mengetahui
Dalam postingan tersebut, tertulis Lahar 27-11-2020 dalam video kawah Merapi yang sedang mengalami longsor.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
"Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida.
Dalam siaran pers BPPTKG, 5 November 2020, sejumlah wilayah diperkirakan sebagai daerah bahaya. Daerah mana saja?
Daftar daerah yang diperkirakan termasuk daerah bahaya ini masuk dalam rekomendasi BPPTKG.
DIY
Wilayah yang termasuk daerah bahaya ada di beberapa lokasi di Kecamatan Cangkringan, Sleman, yaitu:
- Kalitengah Lor (Desa Glagaharjo)
- Kaliadem (Desa Kepuharjo)
- Pelemsari (Desa Umbulharjo)
Jawa Tengah
Ada 3 kabupaten yang termasuk daerah bahaya yaitu Magelang, Boyolali, dan Klaten.
Di Magelang, ada Kecamatan Dukun, yang mencakup:
- Batur Ngisor (Desa Ngargomulyo)
- Gemer (Desa Ngargomulyo)
- Ngandong (Desa Ngargomulyo)
- Karanganyar (Desa Ngargomulyo)
- Trayen (Desa Krinjing)
- Pugeran (Desa Krinjing)
- Trono (Desa Krinjing)
- Babadan 1 (Desa Paten)
- Babadan 2 (Desa Paten)
Sementara itu, di Boyolali yaitu di Kecamatan Selo, meliputi:
- Stabelan (Desa Tlogolele)
- Takeran (Desa Tlogolele)
- Belang (Desa Tlogolele)
- Sumber (Desa Klakah)
- Bakalan (Desa Klakah)
- Bangunsari (Desa Klakah)
- Klakah (Desa Klakah)
- Nduwur (Desa Klakah)
- Jarak (Desa Jrakah)
- Sepi (Desa Jrakah)
Di Klaten yaitu Kecamatan Kemalang, yang mencakup:
- Pajekan (Desa Tegal Mulyo)
- Canguk (Desa Tegal Mulyo)
- Sumur (Desa Tegal Mulyo)
- Petung (Desa Sidorejo)
- Kembangan (Desa Sidorejo)
- Deles (Desa Sidorejo)
- Sambungrejo (Desa Balerante)
- Ngipiksari (Desa Balerante)
- Gondang (Desa Balerante)
Dalam rekomendasinya, BPPTKG juga menyarankan para penambang di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III agar menghentikan aktivitasnya.
Pelaku wisata juga disarankan untuk tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke Puncak Gunung Merapi.
BPPTKG melalui akun media sosialnya menyampaikan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan terkait kenaikan level menjadi siaga, yakni:
- Jangan lakukan kegiatan di tempat berbahaya.
- Dahulukan evakuasi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.
- Amankan surat-surat penting atau berharga.
- Amankan harta bergerak (raja kaya dan raja brana).
- Ikuti informasi resmi terkini, perkembangan aktivitas Gunung Merapi.
- Siapkan tas siaga (pakaian, senter, obat-obatan sederhana, radio, handphone/HT, makanan ringan, minuman) di tempat yang mudah dijangkau.
- Segera mengungsi bila melihat guguran lava pijar/awan panas kecil/suara gemuruh yang menerus.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat sekitar gunung agar mengikuti informasi resmi dari pos pengamatan merapi terdekat.
Misalnya, melalui radio komunikasi pada frekuensi 165,075 MHz dan website resmi BPPTKG di merapi.bgl.esdm.go.id.
Waspada, tetapi jangan panik
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan, masyarakat agar tetap waspada, tetapi jangan panik.
"Masyarakat tidak perlu panik karena sudah hafal (karakter merapi) masyarakat Sleman khususnya (lereng) Merapi, saya kira sudah paham. Saya mohon yang jauh dari Merapi tidak usah panik. Saya juga akan keluarkan surat edaran terkait dengan kondisi saat ini," kata Sultan, seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (5/11/2020).