Berita Sukoharjo Terbaru

Cara Budidaya Lobster dengan Modal Pas-pasan Rp 2-3 Juta : Panen Setelah 7 Bulan, Segini Harganya

Masalah terbesar seseorang untuk membuka bisnis adalah modal usaha yang cekak.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
(KOMPAS.COM / RAJA UMAR)
ILUSTRASI : Lobster jenis mutiara, batu, dan bambu ini dijual ke sejumlah rumah makan dan restoran, baik yang ada di Aceh maupun di luar daerah dengan harga sekitar Rp 400.000 per kilogram. Fajar, sedang menangkap lobter hasil budidaya di karamba miliknya yang berada di kawasan pantai Ulele, Banda Aceh, Jumat (26/1/2018). 

Untuk pembesaran sendiri, lobster air tawar mulai bisa dipanen tiap 7 bulan. 

Namun untuk mendapatkan ukuran yang lebih besar, bisa menunggu lebih sabar demi hasil maksimal.

Baca juga: Kisah Peternak Lobster dari Solo : Bermodal Rp 5 Juta dan Indukan 10 Ekor, Kini Bisa Ekspor ke Rusia

Baca juga: Tak Pelit Ilmu, Pemuda Solo Lulusan Amerika Ini Rela Latih Warga yang Mau Budidaya Lobster Air Tawar

"Saat pandemi ini kebutuhan lobster air tawar ada peningkatan, terutama untuk konsumsi." kata dia. 

"Untuk memenuhi pasar lokal di Solo Raya saja, saya sering kwalahan," imbuhnya. 

Jika tidak sabar menunggu lobster besar, lobster bisa dijual saat masih menur.

"Tips ya, selalu belajar dan mencoba inovasi yang baru, karena lobster ini bisa dikembangkan dengan berbagai metode," tandasnya.

Kini Punya Puluhan Kolam

Belum banyak orang yang membudidayakan lobster di lingkungan mereka, padahal pasar terbuka lebar.

Peluang inilah yang ditangkap Robby, sosok pria 34 tahun yang mendirikan bendera Deval Lobster di Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Beruntung apa yang digelutinya sejak 2006 berawal dari hobi, akhirnya berbuah manis.

Ya, sejak saat itu dia mencoba menekuni budidaya lobster air tawar meski dengan modal cekak.

Kenapa begitu, karena awal membuka usaha, dia hanya menggunakan akuarium untuk tempat penangkaran lobster air tawar. 

Lobster air tawar jenis Red Claw (Konsumsi) hasil budidaya R.r. Ayu Nandita Maharani (24) warga Jalan Anjasmoro, Lingkungan Wates, Kota Mojokerto.
Lobster air tawar jenis Red Claw (Konsumsi) hasil budidaya R.r. Ayu Nandita Maharani (24) warga Jalan Anjasmoro, Lingkungan Wates, Kota Mojokerto. (SURYA.CO.ID/Mohammad Romadon)

Baca juga: Cara Budidaya Lobster : Tiru Pemuda Solo Ini, Awalnya Modal Rp 5 Juta, Kini Jual 1 Ton Per Bulan

Baca juga: Melihat Perbedaan Lobster Air Tawar dengan Lobster Air Laut, Jangan Salah saat Membudidayakannya

"Dulu pertama kali modalnya sekitar Rp 5 juta, paling banyak dihabiskan untuk membeli akuarium," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (27/11/2020).

Bahkan saat itu Robby masih kuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Melihat peluang yang besar di bidang lobster, akhirnya dia ikut pelatihan yang diadakan Dinas Perikanan. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved