Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN
Jeritan Mahasiswi yang Dilecehkan Dosen UIN Solo: Sudah Berkali-kali Terjadi, Kenapa Hanya Dimutasi?
seorang dosen di UIN Raden Mas Said Surakarta diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap sedikitnya 10 mahasiswi
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dugaan kasus kekerasan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan tinggi. Kali ini, seorang dosen di UIN Raden Mas Said Surakarta diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap sedikitnya 10 mahasiswi.
Kasus tersebut mencuat ke publik setelah sejumlah korban menyampaikan pengakuannya melalui akun Instagram @uinsolostory. Para korban mengaku memberanikan diri bicara karena merasa penanganan internal kampus berjalan lambat dan belum memberikan pendampingan maksimal.
Salah satu korban berinisial P mengungkapkan, dugaan pelecehan bermula saat dirinya menjalani seminar proposal hingga sidang skripsi pada akhir tahun 2024.
Baca juga: Viral Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo, Satgas PPKS Klaim Fokus Penanganan dan Pendampingan Korban
Menurutnya, beberapa kali proses ujian berlangsung hanya berdua dengan dosen berinisial F karena dosen lain berhalangan hadir.
“Awalnya biasa saja seperti ujian pada umumnya. Tapi setelah itu beliau mulai membalas status media sosial saya, meminta foto, hingga mengirim pesan-pesan yang menurut saya tidak wajar,” ungkap P saat dihubungi awak media, Selasa (19/5).
Korban juga mengaku mengalami kontak fisik yang dinilai tidak pantas ketika sidang skripsi berlangsung.
“Waktu itu beliau memegang tangan saya. Padahal kami sedang sidang dan hanya berdua di ruangan,” ucapnya.
Setelah lulus kuliah, korban menyebut komunikasi dari dosen tersebut masih terus berlanjut melalui pesan pribadi. Isi pesan disebut mulai bernada personal dan mengarah pada pelecehan verbal.
Kasus ini kemudian berkembang setelah pengakuan korban tersebar di media sosial. Sejumlah mahasiswi lain disebut mulai berani menceritakan pengalaman serupa.
Baca juga: Beberapa Korban Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo Mulai Speak Up, Ada yang Tunjukkan Bukti Chat
Sebagian korban memiliki bukti percakapan, sementara beberapa lainnya mengaku sudah menghapus pesan-pesan tersebut karena merasa takut dan tidak nyaman.
“Korban ternyata banyak. Ada yang cerita dan menunjukkan bukti chat, ada juga yang hanya berani bercerita karena chat-nya sudah dihapus,” bebernya.
Korban menduga tindakan tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, menurut pengakuannya, dosen yang bersangkutan sebelumnya pernah dilaporkan saat masih bertugas di fakultas lain.
Namun saat itu, sanksi yang diberikan disebut hanya berupa teguran dan mutasi.
“Kalau memang sudah pernah ada laporan sebelumnya, kenapa hanya dimutasi? Menurut saya itu bukan solusi,” ujarnya.
Viral Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual
Dosen
Dosen UIN Solo
UIN Solo
UIN Raden Mas Said Surakarta
TribunBreakingNews
UIN Raden Mas Said
Mahasiswi
| Viral Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo, Satgas PPKS Klaim Fokus Penanganan dan Pendampingan Korban |
|
|---|
| Rektor UIN Raden Mas Said Solo Akui Ada Laporan Dugaan Pelecehan, Pelaku Diberi Peringatan Keras |
|
|---|
| Beberapa Korban Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo Mulai Speak Up, Ada yang Tunjukkan Bukti Chat |
|
|---|
| Dugaan Pelecehan Dosen UIN Raden Mas Said Solo, Mantan Mahasiswi Ngaku Disentuh Saat Sidang Skripsi |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Raden Mas Said Solo, Diduga Ada 10 Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-kekerasan-seksual-kepada-anak-anak.jpg)