Pilkada Solo 2020
Evaluasi Debat Gibran vs Bagyo versi Pengamat Politik UNS : Meski Percaya Diri, Gagasan Tidak Detail
Menurutnya, penampilan yang rileks dapat menunjukkan jati diri sebenarnya dari sifat asli kedua calon.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penampilan debat kedua Pilkada Solo 2020 pasangan Gibran-Teguh menghadapi Bajo Independen mendapat perhatian dari masyarakat.
Pengamat Politik dan Tata Negara Universitas Sebelas Maret Solo (UNS), Agus Riwanto, menyebut kedua pasangan calon bisa tampil lebih rileks di debat tersebut.
"Mereka sudah lebih percaya diri dan tidak grogi," kata Agus kepada TribunSolo.com, Jumat (4/12/2020).
Baca juga: Reaksi Bagyo Rival Gibran, Dapati 8 Persen Kader & Simpatisan PKS Solo Pilih Dirinya di Pilkada 2020
Baca juga: Janji PKS Solo Tetap Kritis, Jika Gibran atau Bajo yang Terpilih : Kalau Tidak Pas Kita Bersikap
Menurutnya, penampilan yang rileks dapat menunjukkan jati diri sebenarnya dari sifat asli kedua calon.
"Kita bisa lihat dari gesturnya, Gibran lebih berapi-api karena mungkin masih muda, dan Pak Bagyo lebih kalem," ujarnya.
Selain pujian atas performa penampilan yang telah ditunjukkan oleh kedua pasangan calon, Agus juga mengkritik gagasan yang disampaikan oleh Gibran-Teguh dan Bajo.
Pasalnya lanjut dia, gagasan yang disampaikan masih jauh dari ideal.
"Tadi malam tidak ada yang menyentuh aspek detail, seperti perbaikan gamelan, eksistensi budaya Solo dan aspek penting lainnya yang seharusnya bisa dijabarkan secara terperinci," jelasnya.
Dari keseluruhan penampilan debat, Agus mengkritik penyelenggara acara yang memberikan tema "Memajukan Surakarta sebagai Kota Budaya yang Inovatif dalam Keberagaman Melalui Kolaborasi dan Penguatan Civil Society".
Dikatakan, tema tersebut dianggap terlalu umum sehingga menimbulkan pertanyaan dan jawaban yang tidak spesifik.
"Saya bisa memaklumi dalam beberapa jawaban para kandidat masih kurang spesifik karena temanya juga kurang konkret," ucapnya.
Baca juga: Masa Tenang, KPU Sukoharjo Peringatkan Paslon Lepas Stiker Mobil Branding atau Pilih Kandangkan
Baca juga: Ketum Demokrat AHY Minta Paslon ORI Lebih Fokus Rebut Suara Rakyat di TPS daripada Hasil Survei
Nada Gibran Meninggi
Debat publik Pilkada Solo 2020 edisi kedua sempat diwarnai suasana panas, ketika dua calon saling menanggapi dan mempertanyakan kembali, jawaban dari salah satu calon.
Momen panas ini terjadi tak hanya satu kali, tapi setidaknya ada di 3 segmen.
Baca juga: Debat Pilkada Solo Panas di Sesi Akhir, Bagyo : Jangan Dikira Hanya Mas Gibran yang Punya Konsultan!