Pilkada Sukoharjo 2020
Pilkada 2020 Kelar, Total Sebanyak 1.775 Thermo Gun Mangkrak, Akan Disebar ke Desa-desa di Sukoharjo
Saat ini Dinkes tengah melakukan pencatatan dan identifikasi terhadap aset itu.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 1.775 thermo gun alat pengukur suhu tubuh bekas Pilkada Sukoharjo 2020 sementara mangkrak.
Kini, alat yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo berada di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo pasca coblosan beberapa waktu lalu.
Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda mengatakan, bahwa 1.775 thermo gun sudah tidak digunakan lagi setelah coblosan hingga pleno hasil Pilkada serentak 2020 selesai.
Baca juga: Coblosan Pilkada Sukoharjo Kelar, Masih Ada Petugas Gagal Paham Antara Surat Suara Tak Sah dan Rusak
Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Epidemiolog Sebut Vaksin Bukan Solusi Ajaib Atasi Pandemi
"Thermogunnya itu pinjam pakai dari Dinas Kesehatan. Mereka yang pengadaan, ya nanti kita kembalikan," kata dia kepada TribunSolo.com, Jumat (1/1/2020).
Kepala Dinkes Sukoharjo Yunia Wahdiyati, mengakui bahwa thermo gun yang digunakan di TPS-TPS pengadaannya melalui Pemkab.
Anggarannya ada yang melalui APBD Kabupaten Sukoharjo dan APBN.
"Ada dua sumber pembiayaan untuk pengadaan itu satu dari Pemda yang satu lagi memang dari mereka (KPU) ada sumber pembiayaan untuk pengadaan," jelasnya.
"Pada waktu itu belum memenuhi sehingga Pemkab sharing," kata Yunia.
Sehingga, barang-barang yang kemarin digunakan untuk Pilkada nantinya kembali ke Pemkab.
Sementara thermo gun yang berasal dari pembiayaan APBN akan dihibahkan ke Pemkab.
"Dari Pemkab ini nanti yang akan memanfaatkan atau, tepatnya kami (Dinkes) yang akan memanfaatkan," ujarnya.
Saat ini, kata Yunia pihaknya tengah melakukan pencatatan dan identifikasi terhadap aset itu.
Kemudian, dalam waktu dekat akan dimanfaatkan untuk keperluan pencegahan penularan Covid-19.
Baca juga: Maling Gedung TK Terekam CCTV, Jebol Atap Curi Charger Thermo Gun, Kehausan lalu Minum Susu 5 Kotak
Baca juga: Kasus Tersadis 2020 di Sukoharjo : Pembantaian Sekeluarga di Baki & Pembakaran Wanita di Bendosari
"Kita inventaris dulu, karena ya namanya orang banyak kemarin yang memakai ya kadang-kadang ketlisut atau gimana gitu," katanya.
Nantinya, ribuan thermo gun itu akan dihibahkan ke desa, melalui Dinkes sehingga bisa melengkapi Jogo Tonggo Kit yang saat ini sudah sampai ke tingkat RW.
"Jogo Tonggo 167 desa, Jogo tonggo kit juga ada thermogun, tapi baru 1," ucapnya.
"Jogo tonggo kan RW satuannya, nanti kita bagi sampai ke RW serta mungkin nanti ke tempat-tempat layanan publik lainnya," pungkasnya.
Kemenangan EA
Tim pemenangan Etik Suryani - Agus Santosa (EA) mengapresiasi Joko Santosa - Wiwaha Aji (Joswi) karena legowo meskipun kalah di Pilkada Sukoharjo 2020.
"Saya apresiasi semua pihak, khususnya Joswi, karena bisa logowo menerima hasil ini," ungkap Ketua pemenangan EA, Wawan Pribadi kepada TribunSolo.com, Senin (21/12/2020).
Wawan yang juga Ketua DPRD Sukoharjo mengatakan, dalam kontestasi Pilkada Sukoharjo baik EA maupun Joswi tidak ada yang menang.
Baca juga: Nekat Gelar Pesta Perayaan Malam Tahun Baru 2021 di Sukoharjo? Dibubarkan dan Sanksi Pidana Menanti
Baca juga: Biodata Etik Suryani, Calon Bupati Sukoharjo : Istri Pak Bupati yang Pernah Jadi Karyawati Bank
Namun hasil dari pesta demokrasi ini merupakan kemenangan bersama masyarakat.
Untuk saat ini, Wawan mengatakan belum ada agenda khusus yang dimiliki EA, termasuk menemui Joswi.
"Kunjungan (ke Joswi) belum kita koordinasikan, kita tunggu penetapan dulu. Setelah itu mungkin akan ada agenda-agenda," jelasnya.
Terkait jadwal penetapan, Wawan mengaku kubu EA mengikuti semua aturan dan mekanisme yang ada.
Termasuk waktu dan tempatnya.
"Kita ucapkan terimakasih kepada kader dan masyarakat Sukoharjo. Dan kita ajak untuk bersatu kembali, saling merangkul, dan kembali membangun Sukoharjo," tandasnya.
Hasil Rapat Pleno
KPU Sukoharjo selesai melakukan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara tingkat Kabupaten, Selasa (16/12/2020).
Dalam rapat tersebut, Pasangan calon (paslon) Bupati - Wakil Bupati Sukoharjo nomor urut 01 Etik Suryani - Agus Santosa (EA) dipastikan menang.
Perolehan suara EA, mengungguli pesainganya Paslon nomor 02 Joko Santosa - Wiwaha Aji Santosa (Joswi).
Baca juga: Zona Merah Covid-19 Meningkat Jadi 64 Daerah, Satgas Minta Pemda Jangan Lengah
Baca juga: Pilkada Sragen 2020, Yuni-Suroto Dapat 80,4 Persen, Kotak Kosong 19,6 Persen
EA meraih hasil suara sebanyak 266.500 suara atau 53,34 persen. Sedangkan Joswi memperoleh suara sebanyak 233.108 atau 46,66 persen.
Dengan pengamanan ketat aparat keamanan gabungan Polres Sukoharjo, Kodim 0726/Sukoharjo dan BKO Polres Karanganyar, jalannya rapat pleno sempat di warnai persoalan perbedaan hasil di form plano dan form C hasil KWK dari PPK Baki.
Ada kesalahan tulis di form C hasil KWK dan yang benar adalah form C plano dan sudah direvisi serta disetujui oleh para saksi paslon.
Rapat pleno yang berlangsung sejak pagi, akhirnya selesai ditutup dengan pembacaan hasil rapat pleno dari 12 PPK sekira pukul 20.20 WIB.
Total jumlah suara sah mencapai 499.608 dan suara tidak sah/rusak mencapai 20.727. Total suara baik yang sah maupun tidak sah sebanyak 520.335.
Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda usai menutup rapat mengatakan, sepanjang jalannya rapat pleno, rata-rata persoalan yang muncul hanya berupa koreksi terkait kesalahan penulisan untuk disabilitas, jumlah surat suara rusak atau surat suara yang dikembalikan.
"Tidak ada perubahan untuk perolehan suara masing-masing paslon. Perolehan suara dua paslon sudah sesuai dengan hasil rapat pleno PPK," pungkas Nuril. (*)