Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Abu Bakar Baasyir Bebas

Profil Abu Bakar Baasyir, Berulang Kali Dipenjara Kasus Terorisme, Jadi Sorotan Dunia Internasional

Baasyir dijemput perwakilan keluarga dan didampingi oleh tim pengacara serta tim dokter.

TribunSolo.com/Istimewa
Abu Bakar Ba'asyir bebas berfoto di depan kantor Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sebelum menuju ke Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir telah masuk Kota Solo pukul 13.30 WIB.

Baasyir dijemput perwakilan keluarga dan didampingi oleh tim pengacara serta tim dokter.

Baca juga: Respon Jubir Ponpes Ngruki Soal Pencopotan Spanduk Penyambutan Jelang Kedatangan Abu Bakar Baasyir

Dikabarkan sebelumnya Ia ke luar dari Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (8/1/2021) pukul 05.21 WIB.

Tidak ada pernyataan langsung usai mantan narapidana kasus terorisme itu menghirup udara segar.

Abu Bakar Baasyir langsung pulang ke rumahnya yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah menggunakan transportasi jalur darat.

Kini Baasyir tengah dalam perjalanan menuju Sukoharjo.

Tak hanya terkenal di Indonesia, nama Abu Bakar Baasyir juga menyedot perhatian dunia internasional.

bu Bakar Baasyir sempat mendapatkan berbagai tuduhan bahwa ia berhubungan dengan kelompok jaringan teroris internasional.

Dikutip dari berbagai sumber, pria kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938 ini memang sosok yang kontroversial.

Namanya bahkan sempat masuk dalam pemberitaan media asing terkait terorisme.

Live Streaming Update Informasi Pembebasan Terpidana Kasus Terorisme Abu Bakar Baasyir
Live Streaming Update Informasi Pembebasan Terpidana Kasus Terorisme Abu Bakar Baasyir (Tangkap layar kanal YouTube KompasTV)

Baca juga: Lewat Gerbang Utara, Abu Bakar Baasyir Langsung Masuk ke Ponpes Ngruki, Hanya Buka Jendela Mobil

Perjalanan hidup pria keturunan Arab ini memang pahit.

Ia termasuk sosok kontroversial yang kerap menjadi sasaran penegak hukum.

Jauh sebelum menjadi perhatian dunia terkait kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Gontor.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Irsyad, Solo.

Lalu, ia juga mendirikan sebuah pesantren pada Maret 1972.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved