Breaking News:

Sedang Asyik Main TikTok di Atas Rel, Remaja 18 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api

Kecelakaannya sendiri terjadi pada Jumat (22/1/2021) di kawasan Shah Khalid, kota Rawalpindi, dekat ibu kota Islamabad.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
tribunjateng/budi susanto
Ilustrasi perlintasan rel kereta api. 

TRIBUNSOLO.COM - Kejadian nahas terjadi pada seorang remaja laki-laki di Pakistan.

Sedang asyik bermain TikTok di rel, pria ini tewas tertabrak kereta api.

Baca juga: Ingat 2 Polisi & 1 TNI Tewas Tertabrak Kereta? Warga Kalijambe Gelar Aksi Bikin Pocong & Batu Nisan

Kecelakaannya sendiri terjadi pada Jumat (22/1/2021) di kawasan Shah Khalid, kota Rawalpindi, dekat ibu kota Islamabad.

Insiden itu diumumkan oleh polisi setempat dan petugas penyelamat pada Sabtu (23/1/2021), sebagaimana diwartakan AFP.

Korban bernama Hamza Naveed (18). Dia berjalan di samping rel dan direkam oleh temannya, kata Raja Rafaqat Zaman, juru bicara badan penyelamat lokal kepada AFP.

"Kereta melaju dan menabraknya saat dia bergaya di video dengan berjalan di rel kereta api," terang Zaman.

Petugas penyelamat langsung bergegas ke TKP, tetapi nyawa pemuda itu tak terselamatkan.

Teman-temannya mengaku, korban berpose di video untuk diunggah ke TikTok dan akun-akun media sosial lainnya, kata Zaman.

Kemudian polisi di stasiun lokal mengonfirmasi kecelakaan itu berserta rincian lainnya.

Membuat foto atau video untuk diunggah ke media sosial sepert Facebook, Twitter, dan TikTok sedang digandrungi anak-anak muda Pakistan, seperti halnya di negara-negara lain.

Ingat 2 Polisi & 1 TNI Tewas Tertabrak Kereta? Warga Kalijambe Gelar Aksi Bikin Pocong & Batu Nisan

Masih ingat kecelakaan maut yang menewaskan dua polisi dan 1 TNI di Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen?

Ya, kini tragedi mengerikan mobil Polsek Kalijambe tersambar kereta api pada Minggu (13/12/2020) tepatnya pukul 22.45 WIB sudah sebulan lamanya berlalu.

Namun kini, warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, membuat boneka yang didandani seperti pocong dan diletakkan di depan perlintasan sebidang.

Perlintasan rel milik PT KAI itu sudah ditutup permanen sejak tragedi kecelakaan itu.

Berdasarkan pantauan wartawan TribunSolo.com pada Senin (18/1/2021), tampak warga memajang pocongan berukuran 160 sentimeter di pinggir perlintasan rel.

Baca juga: Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Sragen Kembali Memakan Korban, Seorang Pengendara Motor Tewas

Baca juga: Puluhan Perlintasan Kereta di Sragen Belum Dipasang Palang, Ini Langkah PT KAI Daop VI Yogyakarta

Di sebelah kanan dan kiri pocongan terdapat dua batu nisan asli yang biasa digunakan untuk penanda saat dilakukan pemakaman.

Menurut penuturan warga Siboto, Toyib, pocongan dan batu nisan itu merupakan bentuk protes warga terhadap penutupan jalan ke pedukuhan mereka.

"Artinya semua aktivitas di sini lumpuh setelah jalan ini ditutup," papar Toyib kepada Tribunsolo.com, Senin (18/1/2021).

Pocongan dan nisan itu, lanjutnya, juga dapat diartikan dengan matinya keadilan.

"Kami menuntut agar palangnya segera dibuka kembali," katanya.

Toyib mengatakan, penutupan perlintasan sebidang itu memaksa warga sekitar harus berputar sejauh tiga kilometer.

"Biasanya kan tinggal lewat sini terus ketemu jalan raya, sekarang harus muter dulu," katanya.

Sebelumnya Ditutup

Sementara, PT KAI Daop VI Yogyakarta menutup perlintasan rel yang membuat petaka di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (14/12/2020).

Perlintasan tanpa palang pintu dan tanpa penjaga itu ditutup karena terjadinya tabrakan antara KA Brantas jurusan Pasar Senen - Blitar dengan mobil patroli Polsek Kalijambe pada Minggu (13/12/2020) malam. 

Akibatnya, tiga orang dari polisi dan tentara meninggal akibat tabrakan tersebut.

Humas Daop VI Yogyakarta, Supriyanto mengaku belum mengetahui ihwal penutupan perlintasan tersebut. 

Baca juga: Impian Terakhir Aipda Samsul : Ingin Haji 2025, Tetapi Maut Berkata Lain, Meninggal Kala Bertugas

Baca juga: Sisi Lain Polisi Sragen yang Meninggal Tertabrak Kereta : Tak Pernah Mengeluh & Biasa Isi Pengajian

"Saya belum menerima konfirmasi terkait hal itu," kata Supriyanto kepada Tribunsolo.com, Senin (14/14/2020). 

Namun demikian, ia membenarkan bahwa perlintasan sebidang tanpa palang itu adalah perlintasan resmi. 

"Perlintasan resmi tapi tidak terjaga," katanya. 

Berdasarkan pantauan wartawan Tribunsolo.com di lapangan, sejumlah petugas menutup jalur itu. 

"Bisa saja ditutup karena tidak ada petugas yang jaga," tuturnya. 

Menurutnya, untuk menutup perlintasan KA sebidang harus berkoordinasi dengan pemerintah terkait. 

"Kami perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penjagaan atau pun penutupan perlintasan-perlintasan liar," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Remaja 18 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Main TikTok di Rel", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved