Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Corona Solo 1 Februari 2021: 92 Kasus Positif Baru, Satgas Covid-19: Masih Didominasi Tracing

Angka penambahan kasus covid-19 di Kota Solo masih naik turun.Seusai terjadi penambahan 148 kasus pada Minggu (31/1/2021) kini 92 warga Solo.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani dicek tensinya sebelum suntik vaksin Covid-19 di RSUD Bung Karno Solo yang berlokasi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (14/1/2021). 

"Rangkaian Imlek yang biasanya kolaberasi dengan panitia Grebeg Sudiro, Solo Imlek Festival, dan Solo Great Sale semua tidak dilakukan," tambahnya.

Sumartono tidak menampik peniadaan perayaan Imlek, termasuk hiburan dan wahana rekreasi memberikan dampak ekonomi.

Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang biasanya membuka lapak di area perayaan Imlek.

"Perayaan Imlek menjadi salah satu yang membantu mem-branding Kota Solo," ucap Sumartono.

"Dampak secara kebhinekaan luar biasa dan multi-effect terhadap UMKM luar biasa," tambahnya.

Kemeriahan Imlek di Hotel Alila Solo, Selasa (5/2/2019) malam.
Kemeriahan Imlek di Hotel Alila Solo, Selasa (5/2/2019) malam. (DOK. ALILA SOLO)

Tak Ada Lampu Lampion

Perayaan hari raya Imlek 2572/2021 di Kota Solo tahun ini ditiadakan.

Peniadaan salah satu ikon acara budaya Kota Bengawan tersebut lantaran pandemi Covid-19 yang belum kunjung kelar.

Seperti diketahui, perayaan Imlek tahun ini jatuh pada 12 Februari 2021.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2572/2021, Sumartono Hadinoto menjelaskan peniadaan perayaan hari raya Imlek sudah dikonsultasikan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Peniadaan itu juga menimbang surat edaran wali kota Solo tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kemarin kami sudah berkonsultasi dengan pak Wali Kota," jelas Sumartono kepada TribunSolo.com, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Terungkap, Pemilik Rumah Kosong Jadi Sarang Ular di Sumber Solo,Ternyata Bapak Srimulat Teguh Slamet

Baca juga: Anak Pemilik Rumah Kosong di Sumber Solo Kaget, Lahannya Jadi Sarang Ular, Sudah 5 Ekor Ditemukan

Dari pantauan TribunSolo.com, hiasan lampion di kawasan pecinan Kota Solo, seperti di Pasar Gede tidak nampak terpasang.

Patung-patung shio yang biasanya menghiasi Jalan Jenderal Sudirman Kota Solo juga tidak mejeng.

"Kalau dipasang lampion nanti bisa jadi pusat kerumunan, risikonya terlalu tinggi," ujar Sumartono.

"Maka kami putuskan bersama tidak ada pemasangan lampion dan perayaan Imlek," tambahnya.

Lampion Pasar Gede dalam Rangka Solo Imlek Festival 2020. (15/01/2020)(KOMPAS.com/YUHARRANI AISYAH)
Lampion Pasar Gede dalam Rangka Solo Imlek Festival 2020. (15/01/2020)(KOMPAS.com/YUHARRANI AISYAH) (kompas.com)

Aturan PSBB Solo

Aturan baru telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyusul diperpanjangnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)/PSBB.

Masa PPKM di Kota Solo diperpanjang selama 2 pekan terhitung sejak 26 Januari 2021.

Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan aturan baru tidak jauh berbeda dari aturan lama. 

Perubahan jam operasional pusat keramaian menjadi satu poin yang akan disesuaikan dalam aturan baru itu. 

Baca juga: Evaluasi 14 Hari PSBB di Sragen, Klaim Jumlah Pasien Covid-19 di Technopark Berkurang 

Baca juga: BREAKING NEWS : Pemkot Solo Perpanjang PSBB, Tapi Janji Jam Operasional di Pusat Keramaian Diubah

"(Aturan baru) masih relatif sama, hanya pengaturan jam operasionalnya," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (25/1/2021).

Jam operasional pusat perbelanjaan atau mall, misalnya, diperpanjang satu jam. 

"Jam bukanya tetap pukul 10.00 WIB. Tapi jam tutupnya sampai pukul 20.00 WIB," ujar dia.

Sementara ruang informal yang buka malam hari, seperti angkringan, jam operasionalnya disesuaikan.

"Kita memberi ruang sektor informal jam oeprasionalnya disesuaikan, mereka seperti wedangan, dan warung-warung yang buka di malam hari," ucap Ahyani.

Ahyani menegaskan aturan baru yang diberlakukan di Kota Solo selama penerapan PPKM disesuaikan dengan aturan pemerintah pusat. 

"Kita mengacu pemerintah pusat," tegasnya.

PSBB Resmi Diperpanjang

Sebelumnya, Pemkot Solo memutuskan memperpanjang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau PSBB selama 2 pekan. 

Seperti diketahui, itu sudah diterapkan Pemkot sejak 11 Januari 2021 menyusul tren penambahan kasus Covid-19 yang tak kunjung menurun. 

Ketua Pelaksana Harian Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan pihak telah menggodok aturan baru.

Aturan tersebut mulai berlaku per 26 Januari 2021.

Baca juga: Pedagang Dilonggarkan, Pemkab Karanganyar Masih Larangan Penyelenggaran Hajatan saat PSBB Jilid II

Baca juga: Kisah di Balik Viralnya Video Kura-kura Berjoget dengan Lagu Terpesona, Begini Kata Sang Pemilik

"Ada perubahan dan penyesuaian karena dari pusat juga ada penyesuaian," kata Ahyani kepada TribunSolo.com, Senin (25/1/2021).

Perubahan aturan, sambung Ahyani, menyesuaikan ketentuan yang digedok pemerintah pusat mengenai PPKM jilid II. 

Perubahan tersebut diantaranya, jam operasional pusat perbelanjaan dan tempat makan. 

"Soal jam operasional, kemudian soal sektor informal yang jamnya seusai jam operasional mereka," tutur Ahyani. 

"Kalau waktunya dimampatkan justru malah mengundang potensi kerumunan," tambahnya.

Meski ada perubahan aturan, Ahyani mengatakan ketertiban masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan juga diperlukan. 

"Yang penting itu protokol kesehatan sebenarnya, mau diatur jamnya, mau diperketat, kalau protokol kesehatan tidak dilaksanakan percuma," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved