Solo Raya Dikepung Banjir
Banjir di Kampung Sewu Solo Surut, Warga Bersih-bersih Rumah, Imbas Air Bengawan Bercampur Lumpur
Sebagian warga yang terdampak banjir di Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo ada yang mulai membersihkan rumahnya.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebagian warga yang terdampak banjir di Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo ada yang mulai membersihkan rumahnya.
Pantauan TribunSolo.com, pada Kamis (4/2/2021) pukul 10.00 WIB, air tumpahan dari Bengawan Solo mulai menyusut.
Karena bagian yang lebih tinggi, rumah warga sudah bisa ditempati.
Namun ada yang rumah berada di dekat bibir sungai, masih terlihat kebanjiran.
Meski demikian, air tumpahan Bengawan Solo bercampur lumpur hingga sampah.
Ada sebanyak 110 jiwa dari 25 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut.
Ketua Sibat Kampung Sewu Budi Utomo mengatakan, ada 25 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 110 jiwa terdampak banjir.
Bahkan sebanyak 25 KK tersebut saat ini ada yang mengungsi di rumah saudara mereka dan di atas tanggul.
Mereka yang terdampak tersebut adalah dari RT 2 dan RT 3 RW 2.
"Total tingginya 80 cm, ya waktu tinggi-tingginya air," jelas dia kepada TribunSolo.com.
• Kesaksian Warga yang Kebanjiran di Kampung Sewu, Malam Sempat Panik Kala Hujan Tak Kunjung Berhenti
• Puluhan Warga Grogol Mengungsi di Masjid, Banjir Kiriman dari Bengawan Solo Rendam Permukiman
Kronologi banjir tersebut awalnya air Bengawan Solo mulai naik pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB hingga masuk siaga hijau.
Kemudian pukul 23.00 WIB air kembali naik terus dan masuk siaga merah.
"Saat siaga itu warga mulai naikan motor dan barang elektronik," papar dia.
Mereka juga mulai mengungsi di atas tanggul dan rumah saudara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/warga-tetap-di-rumah-di-tengah-luapan-air-dari-bengawan-solo-yang-menerjang.jpg)