Breaking News:

Update Gunung Merapi

Belum Juga Berhenti, Guguran Lava Pijar Merapi Masih Saja Terjadi, Begini Pantauan Petugas BPPTKG

Seperti pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Arif Cahyo Purnomo. 

Tribunnews/Setya Krisna Sumarga
Gunung Merapi mengalami erupsi besar pada Rabu (27/1/2021). Mengeluarkan guguran dan letusan awan panas. 

TRIBUNSOLO.COM - Aktivitas guguran lava pijar yang keluar dari dalam tubuh Gunung Merapi belum juga berhenti. 

Sejak erupsi besar beberapa waktu lalu kini Merapi masih mengalami guguran lava pijar hingga Senin (8/2/2021).

Guguran lava pijar bahkan teramati memiliki jarak luncur maksimal 1 km. 

Hal itu dilaporkan petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Arif Cahyo Purnomo. 

Ia mengatakan, pada periode amatan Senin (8/2/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, guguran lava pijar Merapi teramati sebanyak 6 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 m atau 1 km. 

Tempat Pengungsian Merapi di Klaten Ditinggal Warga Pulang, BNPB Minta Tetap Lakukan Ini

Viral Pemilk Kafe Minta Ditembak Mati Saja saat Operasi Yustisi, Bingung Beri Gaji 30 Karyawan

"Teramati guguran lava pijar 6 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Kali Boyong). Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," tuturnya, Senin (8/2/2021). 

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat, barat daya, selatan, dan timur.

Suhu udara 13.5-26 °C, kelembaban udara 66-89 persen, dan tekanan udara 625-708.5 mmHg.

Aktivitas kegempaan pada periode tersebut di antaranya 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-18 mm dan durasi 12.3-118.4 detik serta 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.3 detik, dan durasi 7.2 detik. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved