Breaking News:

Update Gunung Merapi

Warga Klaten di Lereng Gunung Masih Pilih Tetap Tinggal di Rumah, Meski Merapi Muntahkan Lava Pijar

Gunung Merapi kembali erupsi muntahkan awan panas dan lava pijar, Selasa (2/3/2021).

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Mardon Widiyanto
Tribunnews/Setya Krisna Sumarga
ILUSTRASI : Gunung Merapi mengalami erupsi besar pada Rabu (27/1/2021). Mengeluarkan guguran dan letusan awan panas. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat,  Selasa (2/3/2021).

Terjadi guguran lava pijar dan awan panas terjadi sebanyak 17 kali selama 6 jam dengan jarak luncur hingga 1.300 kilometer.

Meski begitu, warga sekitar lereng Gunung Merapi masih kekeh tinggal di rumah mereka.

Salah satunya warga KRB III di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Kepala Desa Balerante, Sukono mengatakan warganya masih nyaman tinggal di rumah meski bahaya Gunung Merapi masih terus mengintai.

Baca juga: Belum Juga Berhenti, Guguran Lava Pijar Merapi Masih Saja Terjadi, Begini Pantauan Petugas BPPTKG

Baca juga: Selama 6 Jam, Merapi Muntahkan Awan Panas 17 Kali, Jarak Luncur hingga 1.300 Meter ke Barat Daya

"Masyarakat masih nyaman di tempatnya. Di rumah tinggalnya. Tempat evakuasi sementara saat ini dalam kondisi kosong," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (3/3/2021).

Ada sebanyak 160 kepala keluarga atau 500-an jiwa saat ini tinggal di rumah mereka yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III.

Sukono mengungkapkan saat erupsi Gunung Merapi, puncak gunung tertutup kabut cukup tebal.

Warga juga tidak merasakan gempa akibat erupsi Gunung Merapi.

"Kemarin tidak begitu kelihatan karena tertutup kabut. Saya cuma dengar dari rekan-rekan, merapi mengeluarkan lava pijarnya," ungkap dia.

Saat ini, warga Balerante masih dilarang beraktivitas dan memasuki kawasan radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sukono menyampaikan apabila ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, penjemputan akan segera dilakukan.

"Itu diperuntukan bagi kelompok rentan," ujarnya. 

Erupsi Merapi Lagi

Erupsi Gunung Merapi rupanya belum juga berhenti. 

Bahkan terjadi lagi guguran awan panas di Gunung Merapi pagi ini, Selasa (2/3/2021). 

Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tersebut terjadi pukul 05.11 dan 05.29 WIB. 

Awan panas guguran pukul 05.11 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 171 detik, estimasi jarak luncur 1.900 m ke arah barat daya.

Sementara, awan panas guguran pukul 05.29 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 96 detik, estimasi jarak luncur 1.200 m ke arah barat daya.

Baca juga: Belum Juga Berhenti, Guguran Lava Pijar Merapi Masih Saja Terjadi, Begini Pantauan Petugas BPPTKG

Baca juga: Tempat Pengungsian Merapi di Klaten Ditinggal Warga Pulang, BNPB Minta Tetap Lakukan Ini

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, pada pagi ini (Selasa, 2/3/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, teramati pula 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.300 m ke arah barat daya.

"Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah," beber Hanik kemudian. 

Secara meteorologi, lanjutnya, cuaca Gunung Merapi berawan.

Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur.

Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 66-93 persen, dan tekanan udara 567-688 mmHg.

Selain itu, terjadi 57 gempa guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 3-35 mm dan durasi 12-103 detik serta 4 gempa hembusan dengan amplitudo 3-7 mm dan durasi 8-16 detik. 

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca juga: Merapi Diklaim Mereda, Warga Balerante Berbondong-bondong Tinggalkan Pengungsian & Pulang ke Rumah

Baca juga: Presiden Jokowi Sudah Boleh Makan di Luar Meski Masih Pandemi, Tapi Ini Aturan Ketat Paspampres

Hanik menyampaikan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari.

"Diharapkan dapat berlangsung seterusnya. Namun, jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut setidaknya masyarakat sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Hal ini sesuai dengan konsep living harmony dengan Merapi," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul UPDATE Gunung Merapi, Terjadi 2 Kali Awan Panas Guguran Berjarak Luncur Maksimum 1,9 Km

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved