Breaking News:

Update Gunung Merapi

Selama 6 Jam, Merapi Muntahkan Awan Panas 17 Kali, Jarak Luncur hingga 1.300 Meter ke Barat Daya

Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geolog, awan panas guguran tersebut terjadi sebanyak dua kali.

Tribunnews/Setya Krisna Sumarga
ILUSTRASI : Gunung Merapi mengalami erupsi besar pada Rabu (27/1/2021). Mengeluarkan guguran dan letusan awan panas. 

TRIBUNSOLO.COM - Erupsi Gunung Merapi rupanya belum juga berhenti. 

Bahkan terjadi lagi guguran awan panas di Gunung Merapi pagi ini, Selasa, (2/3/2021). 

Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tersebut terjadi pukul 05.11 dan 05.29 WIB. 

Awan panas guguran pukul 05.11 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 171 detik, estimasi jarak luncur 1.900 m ke arah barat daya.

Sementara, awan panas guguran pukul 05.29 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 96 detik, estimasi jarak luncur 1.200 m ke arah barat daya.

Baca juga: Belum Juga Berhenti, Guguran Lava Pijar Merapi Masih Saja Terjadi, Begini Pantauan Petugas BPPTKG

Baca juga: Tempat Pengungsian Merapi di Klaten Ditinggal Warga Pulang, BNPB Minta Tetap Lakukan Ini

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, pada pagi ini (Selasa, 2/3/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, teramati pula 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.300 m ke arah barat daya.

"Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah," beber Hanik kemudian. 

Secara meteorologi, lanjutnya, cuaca Gunung Merapi berawan.

Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur.

Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 66-93 persen, dan tekanan udara 567-688 mmHg.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved