Jelang Ramadhan 2021, Simak Manfaat Puasa untuk Hilangkan Stres Menurut Psikiater UGM
Manfaat puasa yang jarang diketahui, salah satunya bisa membantu meredakan stres.
TRIBUNSOLO.COM - Puasa ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.
Salah satu manfaatnya yakni bisa membantu meredakan stres.
Hal ini dibenarkan oleh Psikiater Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ.
“Banyak hal yang bisa membantu dalam menekan stres, termasuk menjalankan puasa,” sebut dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ., dilansir dari laman resmi UGM.
Menurut Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM ini, puasa berpengaruh secara langsung dalam meredakan stres.
Mengapa puasa bisa meredam stres? Yuk dengar penjelasannya.
Baca juga: Tips Puasa yang Sehat untuk Anak, Ternyata Tak Dianjurkan Minum Minuman Dingin saat Berbuka
Baca juga: Tips Dokter Solo soal Sajian Berbuka Puasa yang Baik untuk Anak: Berikan Kurma dan Minum Air Putih
Saat berpuasa orang cenderung melakukan pengaturan makan dengan lebih baik.
Asupan makanan yang diatur turut memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.
Beberapa studi menunjukkan mengurangi kadar makan, termasuk karbohidrat, lemak, dan lainnya dalam jumlah tertentu selama beberapa minggu akan meningkatkan kemampuan dalam berpikir.
Ronny mengatakan cara orang mengenali stres adalah dengan kemampuan berpikir.
Dengan kemampuan berpikir yang baik maka emosi lebih terkendali dan menekan stres.
“Yang mengontrol emosi itu kan salah satunya kemampuan berpikir,”sebutnya.
Dengan menjaga makan melalui berpuasa juga akan menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh saat stres.
Puasa mampu menstabilkan hormon kortisol yang dihasilkan kelenjar adrenal. Hal ini berarti bisa menekan tingkat stres.
Dia menjelaskan produksi hormon berhubungan dengan asupan protein. Saat asupan diatur maka hormon juga lebih teratur.
“Jadi, yang tadinya hormonnya dinamis, naik-turun, bisa lebih ditekan yang secara tidak langsung menjadi lebih tenang,” paparnya.
Ronny menyampaikan hormon kortisol yang meningkat tidak sesuai dengan kebutuhan menjadikan ambang seseorang jadi lebih rendah sehingga mudah terpapar atau irritable seperti mudah marah.
Produksi hormon kortisol berlebih juga tidak baik bagi tubuh. Pasalnya, hormon ini dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
“Saat stres hormon Corticotropin Releasing Factor (CFR) akan teraktivasi secara berlebih yang memengaruhi makrofag sehingga menurunkan imunitas,” tuturnya.
Tips Puasa Sehat Agar Imunitas Meningkat Tangkal Corona
Sementara itu, ahli gizi UGM, R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D membagikan sejumlah tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalani puasa di saat pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pria-depresi_20171214_164818.jpg)