Potensi Pemudik ke Jateng 4,6 Juta Orang, Ganjar Pranowo Ingatkan Siagakan PPKM Mikro & Jogo Tonggo

Meski pemerintah sudah melarang mudik, tetapi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota siaga.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI : Foto dokumentasi/Pemudik menggunakan sepeda motor membawa anak dan sejumlah tas berisi barang bawaan melintas di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (11/6/2018). Meski rentan dengan kecelakaan, mudik menggunakan sepeda motor jumlahnya masih banyak dan akan terus mengalir hingga H-1 Lebaran. 

TRIBUNSOLO.COM - Meski pemerintah sudah melarang mudik, tetapi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota siaga.

Terlebih Data di Balitbang Kementerian Perhubungan menyebut ada potensi warga melakukan mudik dini yaitu sekitar 20 persen.

Sementara, potensi pemudik ke Jateng sekitar 4,6 juta orang.

Sebenarnya larangan pemerintah jelas, tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No 13 Tahun 2021.

Surat itu berisi tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Kini GeNose Ada di Terminal Tirtonadi Solo, Antisipasi Pemudik Lebaran 2021 Nekat Masuk Solo

Baca juga: Warga Sragen Dilarang Mudik! Polres Sragen akan Sekat Jalan Perbatasan, Exit Tol Juga Bakal Dijaga

Karena ada larangan tersebut, sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk menghalau pemudik.

Dari melakukan penyekatan di batas provinsi hingga menyetop moda transportasi angkutan umum penumpang.

Larangan mudik ini merupakan tahun kedua selama pandemi berlangsung.

Dari pengalaman mudik tahun lalu, sejumlah cara dilakukan warga untuk pulang ke kampung halaman.

Ada yang melalui jalur tikus hingga curi start atau disebut pemudik dini. Mereka pulang sebelum waktu larangan mudik.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota agar tetap melaksanakan PPKM Mikro dan Jogo Tonggo.

"Pengelolaan PPKM Mikro jangan dilepas. Kita mesti memantau. Karena metode ini rasanya lumayan sukses. Sekali lagi tidak boleh lengah. Harus antisipasi kalau ada yang membolos (pemudik dini)," kata Ganjar, Selasa (13/4/2021).

Harus ada yang menjadi penanggung jawab ketika pemudik dini sampai kampung halaman atau daerah tujuan. Penanganan yang dilakukan bisa dengan dilakukan isolasi mandiri yang tersedia di tingkat RT, RW atau desa.

Kemudian, dilakukan tes covid untuk mengetahui yang bersangkutan terpapar atau tidak. Petunjuk teknis telah dijabarkan lengkap dalam instruksi PPKM Mikro dari pemerintah pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved