Berita Solo Terbaru

Pengusaha Solo Ini Hanya Modal Limbah Perca Batik, Sulap Jadi Sandal Batik Seharga Rp 75 Ribu

Di tangan orang kreatif, bahan tak bernilai bisa diubah menjadi barang yang berharga tinggi. Seperti yang dilakukan warga Solo bernama Dinar Esti.

Tayang:
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Azhfar Muhammad Robbani
Pelatihan membuat sandal dari perca batik yang dilakukan ibu-ibu pengunjung pameran UMKM di Loji Gandrung. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di tangan orang kreatif, bahan tak bernilai bisa diubah menjadi barang yang berharga tinggi. 

Seperti yang dilakukan warga Solo bernama Dinar Esti.

Dia mengubah limbah perca batik jadi sandal yang berharga tinggi.

Baca juga: Loji Gandrung Diizinkan Jadi Lokasi Jualan, Ada 40 Pedagang dari 5 Kecamatan di Solo

Baca juga: Isi Pembicaraan Cak Imin dan Gibran di Loji Gandrung Solo, Bertemu Selama 30 Menit

Dinar Esti adalah pemilik dari UMKM Esti Collection. 

Dinar Esti mengatakan, dirinya sudah lama berkecimpung dalam bisnis limbah perca batik ini.

Bahkan, kini dia menjadi salah satu peserta pameran UMKM di Loji Gandrung.

Selain menjual produk, ia juga melakukan edukasi pemanfaatan limbah batik.

“Selain kita jual produk display, kita mengedukasi pengunjung dengan membuat sandal batik dari limbah perca batik,” kata  Dinar kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/4/2021). 

Baca juga: Dulu Ditempati Jokowi Sekarang Bakal Jadi Rumah Dinas Gibran, Ini Sejarah Bangunan Loji Gandrung

“Kita berbagi ilmu ingin mengajarkan ibu-ibu dan pengunjung untuk memanfaatkan sisa-sisa limbah dan mendaur ulang,” tambahnya.

Ia sampaikan sebanyak 20 pengunjung ikut serta dalam pelatihan dadakan yang diselenggarakan di Loji Gandrung.

“Limbah perca batik ini bisa dimanfaatkan untuk daur ulang jadi barang yang cantik, jadi tidak boleh dibuang bisa jadi sendal, tas dan boneka,” ujarnya. 

Untuk biaya pelatihan, ia sampaikan dibanderol Rp 50 Ribu. 

Baca juga: Gibran & Selvi Boyongan ke Rumah Dinas Wali Kota Solo di Loji Gandrung, Jan Ethes & La Lembah Ikut?

“Hasil karya yang dibuat oleh diri sendiri bisa dibawa pulang dan lebih murah dibanding yang biasa dijual,” katanya.

Menurut Esti di luar pameran UKM ini dirinya biasa menjual berkisar 60 -75 Ribu Rupiah.

“Harapan kedepan mereka ibu-ibu dan adik-adik yang ikut pada hari ini bisa membuat produknya sendiri atau menciptakan lapangan baru,” tandasnya.

40 Pedagang

Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung kini diizinkan untuk lokasi jual beli bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo

Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kota Solo, Herwin Nugroho membenarkan hal tersebut.

Dibukanya Loji Gandurng untuk lokasi jual beli UMKM tersebut sesuai arahan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: Beres-beres Rumah, Pria Ini Temukan Arloji Kuno, Tak Menyangka saat Dilelang Laku Rp 500 Juta

Baca juga: Isi Pembicaraan Cak Imin dan Gibran di Loji Gandrung Solo, Bertemu Selama 30 Menit

“Untuk memulihkan ekonomi kita selenggarakan pameran dan kuliner pada sore dan esok hari,” ujar Herwin kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/4/2021). 

Nantinya, ada 40 UMKM dari 5 kecamatan yang berjualan di teras depan kawasan Loji Gandrung.

Sebanyak 40 UMKM tersebut terdiri dari pedagang kerajinan dan makanan yang ada di Solo.

Namun, khusus untuk kuliner, tidak ada masak di tempat.

Semuanya harus sudah disiapkan dalam kemasan saat dijual.

Baca juga: Soal Boyongan ke Rumah Dinas Loji Gandrung, Gibran: Nanti Sambil Jalan

Lokasi Loji Gandrung dipilih lantaran merupakan ikon dari Kota Solo.

“Selain dari strategis berada di pusat kota Solo, itu ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh warga Solo,” ujarnya. 

Terkait program ini, kedepannya diharapkan bisa terus berkembang tidak hanya pada 40 UMKM yang ada, namun seluruh pelaku UMKM di Solo.

Pengaman selama kegiatan berlangsung akan dilakukan oleh kepolisian, dinas perhubungan dan satpol PP.

Lokasi Jualan Takjil

Kompleks rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung bakal disulap menjadi lokasi jualan takjil. 

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan para penjual takjil merupakan perwakilan tiap kecamatan. 

"Teras depan Loji Gandrung (rencananya) boleh untuk lokasi jualan takjil. Dari halaman parkir depan sampai lokasi buat nunggu tamu," kata Gibran, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Tiap Ramadan, Pembeli Rela Antre Demi Beli Takjil Kroket di Manahan ini, Sudah Jualan 25 Tahun

Baca juga: Gibran Tegaskan Loji Gandrung Tetap Bisa untuk Berekreasi dan Foto, Tidak Ada Perubahan

"Ini masih koordinasi dengan lurah dan camat. Mereka dapat kesempatan untuk jualan takjil," tambahnya. 

Rencananya, Loji Gandrung untuk lokasi jualan takjil akan dibuka tiap akhir pekan yakni tiap hari Sabtu dan Minggu.

Waktu bukanya akan menyesuaikam ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Solo tentang perpanjangan PPKM. 

Gibran mengatakan, nanti akan ada beberapa tenda yang bisa dimanfaatkan. Itu dikhususkan untuk UMKM tingkat kelurahan dan kecamatan. 

Baca juga: Tiap Ramadan, Pembeli Rela Antre Demi Beli Takjil Kroket di Manahan ini, Sudah Jualan 25 Tahun

"Ini untuk pemulihan ekonomi," katanya.

Guna meminimalisir kerumunan, Gibran menegaskan protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. 

"(Jumlah yang masuk) nanti kita batasi. Tenang saja. Kalau ramai, nanti dibikin sampai lebaran," ucapnya.

Bisa untuk Rekreasi

Gibran Rakabuming Raka kini telah menempati rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung seusai dilantik di Grha Paripurna DPRD Kota Solo.

Dengan ditempatinya Loji Gandrung, apakah ada perubahan aturan di kawasan tersebut?

Mengingat, bangunan cagar budaya tersebut sering dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi, termasuk saat akhir pekan.

Baca juga: Gibran & Selvi Boyongan ke Rumah Dinas Wali Kota Solo di Loji Gandrung, Jan Ethes & La Lembah Ikut?

Baca juga: Mesranya Purnomo-Teguh di Jamuan Perayaan Natal di Loji Gandrung

Mereka biasanya bisa menikmati air mancur Loji Gandrung dan berswa foto ria.

Gibran mengatakan, tidak ada perubahan aturan di kawasan Loji Gandrung saat dirinya menjabat.

"Tidak ada perubahan," katanya, Jumat (26/2/2021).

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut mempersilahkan masyarakat untuk berekreasi ke Loji Gandrung.

"Silahkan foto-foto, di Loji Boleh, di Balaikota boleh. Kita terbuka," katanya.

Baca juga: Soal Boyongan ke Rumah Dinas Loji Gandrung, Gibran: Nanti Sambil Jalan

Selain itu, Gibran memastikan dirinya tidak akan merubah tradisi yang sebelumnya dilakukan Fx Hadi Rudyatmo.

Yakni, menerima keluhan warga, baik di Loji Gandrung maupun balaikota.

"Keluhan warga apapun tetap kita layani di Balaikota, di Loji tetap seperti biasa, tidak berubah," ucapnya.

Sejarah Loji Gandrung

Gibran Rakabuming Raka segera dilantik menjadi Wali Kota Solo periode 2021-2026.

Secara otomatis, Gibran akan berdinas di Loji Gandrung, yang secara turun temurun menjadi rumah kedua para Wali Kota Solo.

Menanggapi hal itu, Gibran menyebut dirinya bakal sambil jalan untuk boyongan ke Rumah Dinas Loji Gandrung.

Baca juga: Hari Ini, Pelantikan Sri Mulyani dan Yoga Hardaya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Klaten 2021-2026

Baca juga: 5 Fakta Penembakan 4 Orang di Kafe Cengkareng Oleh Oknum Polisi, Ada Satu Anggota TNI Tewas

Hal tersebut diungkapkan saat Gladi Bersih Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di DPRD Solo, Kamis (25/2/2021).

Gibran tidak merinci soal dirinya akan kapan melakukan pindahan ke Loji Gandrung.

Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakambuming Raka seusai diumumkan jadi pemenang Pilkada 2020, di DPRD Solo Senin (25/1/2021).
Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakambuming Raka seusai diumumkan jadi pemenang Pilkada 2020, di DPRD Solo Senin (25/1/2021). (TribunSolo.com/Ilham Oktafian)

Hanya, dia akan melakukan boyongan sambil jalan setelah pelantikan dirinya menjadi Wali Kota Solo.

"Nanti sambil jalan," kata Gibran menjawab pertanyaan soal boyongan ke Rumah Dinas, Kamis (25/2/2021).

Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka menyatakan akan membongkar program yang jadi prioritasnya setelah menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Program prioritas dan lain sebagainya akan dia beberkan saat pidato pelantikan Wali Kota Solo di Gedung Paripurna DPRD Kota Solo besok, Jumat (26/2/2021).

"Besok ada pidato saya, nanti saya sampaikan prioritas mana yang perlu dikunjungi dan mana yang perlu diberesi dulu," papar Gibran.

Gibran Rakabuming Raka menyatakan akan langsung tancap gas setelah dilantik sebagai Wali Kota Solo besok, Jumat (26/2/2021).

Hal tersebut dikatakan Gibran saat datang menghadiri gladi bersih pelantikan di Kantor DPRD Surakarta, Kamis (25/2/2021).

Gibran datang bersama istrinya Selvi Ananda dan menyempatkan bertemu dengan Wakilnya Teguh sebelum masuk ke ruang paripurna.

"Nanti langsung tancap gas sama Pak Teguh," papar dia, Kamis (25/2/2021).

Namun, Gibran tidak mau membocorkan apa yang dia maksud dengan tancap gas tersebut.

Apakah langsung blusukan atau berkenalan dengan ASN yang ada di Kota Solo.

Ketika ditanya yang dimaksud tancap gas adalah langsung masuk Kantor ke Balaikota Solo, Gibran menjawab dirinya adalah orang lapangan.

"Kita bukan orang kantoran, langsung lapangan," papar dia.

"Rahasia kemananya, besok aja," jelas dia.

Dia mengatakan, agar bisa menyimak pidatonya sebagai Wali Kota Solo besok.

Dalam pidato itu, Gibran menyebutkan akan menyampaikan prioritas mana yang perlu dikunjungi dan mana hal yang perlu diberesi terlebih dahulu.

Cerita tentang Loji Gandrung dan Jokowi

Pada 2013 lalu, kepada Tribunnews.com, Rudy pernah menceritakan sejarah Loji Gandrung.

Awalnya Loji Gandrung merupakan rumah mewah milik seorang pengusaha pertanian asal Belanda, Yohanes Agustinus Dezentye, yang dibangun sekitar 1823 pada jaman Paku Buwono IV.

Pada saat perayaan khusus dan akhir pekan, Yohanes kerap mengadakan pesta-pesta ala Eropa di rumahnya ini.

Selain orang Belanda, sejumlah kerabat Keraton diundang dalam pesta itu.

Diiringi alunan musik, para tamu dengan berpasangan biasa berdansa di ruang tengah, hingga akhirnya masyarakat setempat menyebut rumah mewah tersebut sebagai Loji Gandrung.

"Dulu, (Loji Gandrung) ini dipakai untuk Londo-londo pada berdansa. Kalau ada jamuan makam malam di ruangan ini, kalau dansa di ruang yang belakang. Nah, saya tidur di kamar yang ini," kata Rudy.

Selama bertahun-tahun Loji Gandrung diwariskan secara turun-temurun kepada keturunan Yohanes hingga akhirnya Belanda meninggalkan Indonesia dan bangunan ini dikuasai oleh Jepang.

Pada masa pendudukan Jepang, Loji Gandrung pernah digunakan sebagai Markas Militer Brigade V Slamet Riyadi, dengan Gubernur Militer dipegang oleh Gatot Subroto.

Maka tak heran, sebuah patung Gatot Subroto bisa dilihat di halaman depan Loji Gandrung.

Tak lama setelah itu, Loji Gandrung beralih fungsi menjadi rumah dinas Wali Kota.

Rudy menjelaskan, bentuk bangunan Loji Gandrung berkiblat gaya Eropa dengan diselaraskan kondisi tropis di Indonesia.

Tak heran, bila pintu-pintunya dibuat tinggi agar sirkulasi udara lebih lancar.

Sampai saat ini bentuk bangunan utama Loji Gandrung tidak berubah sama sekali, hanya bagian belakangnya saja yang ditambahi joglo dan pernah dilakukan perbaikan pada atap.

Karena bagian dari cagar budaya yang mendapat perawatan, hingga kini konstruksi dan bahan bangunan masih terlihat kokoh dan terawat.

"Ini semuanya asli, belum ada yang dirubah konstruksi maupun bahan bangunannya.

Atap ini dari tembaga. AC ini, AC lama, sudah ada dari zaman Belanda," terangnya.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pernah merasakan tinggal di sini saat menjabat wali kota pada periode 2005-2012.

Di salah satu bagian Loji Gandrung, kamar Soekarno, terpasang foto diri sang proklamator.

Ada juga tempat tidur dan piano lama.

Konon, kamar ini sering digunakan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo atau yang akrab disapa Rudy itu berdoa.

"Tempatnya tenang jadi nyaman untuk berdoa. Dulu, Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) semasa jadi wali Kota Solo malah nggak berani tidur atau berada di kamar tersebut saking sepi," ujar Rudy sembari tersenyum. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved