Berita Sukoharjo Terbaru
Kisah Mbah Saminem 23 Tahun Jual Nasi Liwet di Solo Baru : Berkali-kali Ada yang Borong, Sejam Ludes
Ada kisah dari pinggiran Kabupaten Sukoharjo dari sosok orang tua yang setia terhadap pekerjaanya.
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
Seusai menikah, dirinya mengaku langsung berpindah profesi sebagai penjual keliling.
"Selama kecil dirinya membantu orang tua untuk mencari uang dan berburuh sebagai pembatik canting," aku dia.
"Ya bagaimana mas, saya kami keluarga miskin," tambahnya.
Dan dirinya mengaku menekuni membatik selama bertahun-tahun.
"Berhenti setelah dijodohkan oleh orangtua saya dengan Sahlan suami saya yang tinggal di sini (Tlobong)," katanya.
Semenjak menikah memutuskan dirinya berhenti dari pekerjaan batiknya dan memulai berjualan.
Dirinya mengatakan lauk yang ia jual setiap harinya di depan kawasan restoran jepang Yosinoya tersebut.
"Nasi Liwet, ikan telor, sambal goreng, kumut dan berbagai lauk lain dan minuman," katanya.
Untuk harga nasi liwetnya sendiri dirinya katakan dari range harga Rp 7000 -17000 Ribu.
"Macam-macam untuk paket nasi dan suwiran ayam Rp 7 ribu, kalau pakai telor Rp 11 ribu," katanya.
Untuk harga paket lengkap nasi, ayam mulai dari Rp 15 tibu sampai Rp 17 ribu.
Untuk penghasilan saat ini dia mengaku tidak bisa diprediksi.
"Kalau sebelum corona Rp 400-500 Ribu, omset perharinya, pandemi jadi Rp 200 - Rp.300 ribu," tuturnya.
Dirinya mengaku untuk kebutuhan jualannya dirinya berbelanja di warung dekat rumahnya.
"Bahan bahan beli sendiri, di masak sendiri dibantu bapak dan dibumbui," tambahnya.